Page 50 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 50

Di  samping  itu,  larangan  rangkap  jabatan  diatur  juga

               dalam Pasal 31 ayat (3) UU Yayasan yang menyatakan bahwa
               “Pengurus  tidak  boleh  merangkap  sebagai  Pembina  atau

                           44
               Pengawas” , dan Pasal 40 ayat (4) yakni “Pengawas tidak
                                                                  45
               boleh merangkap sebagai Pembina atau Pengurus.”  Dalam
               Penjelasan Pasal 31 ayat (3) UU Yayasan, dijelaskan bahwa
               larangan  dilakukannya  rangkap  jabatan  adalah  untuk

               menghindari  kemungkinan  terjadinya  tumpang  tindih

               kewenangan,  tugas  dan  tanggung  jawab  antara  Pembina,
               Pengurus  dan  Pengawas  yang  dapat  memberikan  dampak

               kerugian pada Yayasan atau pihak lainnya.

                    Berdasarkan  beberapa  pasal  yang  mengatur  mengenai
               rangkap jabatan di atas, dapat dilihat bahwa larangan tersebut

               hanya untuk internal Yayasan dan dalam ruang lingkup badan
               usaha  yang  didirikan  oleh  Yayasan.  Hal  ini  berarti  bahwa

               tidak  diatur  secara  eksplisit  atau  tidak  adanya  pasal  yang
               mengatur  bahwa  seorang  Pembina,  Pengurus,  maupun

               Pengawas tidak dapat merangkap sebagai Pembina, Pengurus

               dan  Pengawas  pada  Yayasan  yang  berbeda.  Namun  tidak
               adanya  ketentuan  tersebut  juga  tidak  serta  merta

               memperbolehkan  Organ  Yayasan  untuk  menjabat  pada
               Yayasan lainnya.




               44  Ibid, Pasal 31 ayat (3).
               45  Ibid, Pasal 40 ayat (4).

                                            42
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55