Page 55 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 55

(1)  Anggota  Dewan  Komisaris  dapat  merangkap
                        jabatan sebagai:
                        a.  anggota  Direksi  paling  banyak  pada  2  (dua)
                            Emiten atau Perusahaan Publik lain; dan
                        b.  anggota Dewan Komisaris paling banyak pada
                            2 (dua) Emiten atau Perusahaan Publik lain.
                    (2)  Dalam  hal  anggota  Dewan  Komisaris  tidak
                        merangkap  jabatan  sebagai  anggota  Direksi,
                        anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan dapat
                        merangkap  sebagai  anggota  Dewan  Komisaris
                        paling  banyak  pada  4  (empat)  Emiten  atau
                        Perusahaan Publik lain.
                    (3)  Anggota  Dewan  Komisaris  dapat  merangkap
                        sebagai anggota komite paling banyak pada 5 (lima)
                        komite  di  Emiten  atau  Perusahaan  Publik  dimana
                        yang bersangkutan juga menjabat sebagai anggota
                        Direksi atau anggota Dewan Komisaris.
                    (4)  Rangkap    jabatan   sebagai    anggota    komite
                        sebagaimana dimaksud pada ayat (3) hanya dapat
                        dilakukan  sepanjang  tidak  bertentangan  dengan
                        peraturan perundang-undangan lainnya.
                    (5)  Dalam hal terdapat peraturan perundang-undangan
                        lainnya yang mengatur ketentuan mengenai rangkap
                        jabatan  yang  berbeda  dengan  ketentuan  dalam
                        Peraturan  Otoritas  Jasa  Keuangan  ini,  berlaku
                        ketentuan yang mengatur lebih ketat.

                    Adapun  sanksi  yang  dikenakan  jika  terjadinya

               pelanggaran terhadap ketentuan Peraturan OJK tersebut, maka

               akan  dikenakan  sanksi  administratif  terhadap  setiap  pihak
               yang melakukan pelanggaran, berupa: 1) peringatan tertulis;

               2) denda yaitu kewajiban untuk membayar uang tertentu; 3)
               pembatasan kegiatan usaha; 4) pembekuan kegiatan usaha; 5)



                                            47
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60