Page 64 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 64

baik  langsung  atas  tindakan  kepengurusan  Direksi  yang

                                        64
               mengakibatkan kerugian.
                    Ketentuan di atas secara jelas menekankan bahwa seluruh

               keputusan  dan  kebijakan  yang  diambil  Direksi  maupun
               Komisaris harus sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan,

               bukan  tujuan  kepentingan.  Sedangkan,  apabila  seorang
               Direksi  atau  Dewan  Komisaris  menjabat  pada  2  (dua)

               perusahaan  sekaligus  dapat  mempengaruhi  Direksi  maupun

               Dewan  Komisaris  untuk  dapat  mengambil  keputusan  demi
               mengedepankan  kepentingan  pribadinya,  sehingga  memicu

               terjadinya  konflik  kepentingan.  Misalnya,  si  A  menjabat

               sebagai Direksi di Pertamina. Kemudian si A memiliki usaha
               di bidang Migas dan menduduki jabatan sebagai Komisaris.

               Maka  dalam  hal  ini,  potensi  akibat  rangkap  jabatan  yang
               dilakukan  si  A  dapat  menimbulkan  terjadinya  konflik

               kepentingan dimana pada saat proses pemilihan tender, si A
               yang  menjabat  sebagai  Direksi  dan  Komisaris  dapat

               menentukan  bahwa  bidang  usaha  yang  dimilikinya  dapat

               menjadi pemenang tender demi mengutamakan kepentingan
               pribadinya.

                    Contoh rangkap jabatan di atas tidak hanya menimbulkan
               adanya  konflik  kepentingan,  melainkan  memicu  terjadinya

               Korupsi,  Kolusi  dan  Nepotisme  (KKN).  Korupsi  kerap



               64  Ibid, Pasal 114 ayat (5) huruf b.

                                            56
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69