Page 65 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 65

disebut  juga  sebagai  kejahatan  struktural,  artinya  adalah

               pelaku  tidak  akan  merasa  melakukan  suatu  kejahatan
               dikarenakan strukturlah yang membiarkan itu terjadi. Dalam

               hal ini, korupsi merupakan akibat langsung dari adanya politik
                          65
               kekuasaan.  Seseorang yang diberikan jabatan lebih dari satu
               maka  berpotensi  untuk  melakukan  korupsi.  Hal  ini  sejalan
               dengan  pendapat  Giddens  yang  menyatakan  bahwa

               “kekuasaan”  merupakan  kemampuan  untuk  bertindak  atau

               mampu  melakukan  campur  tangan  di  dunia  atau  menarik
               intervensi  itu,  dengan  efek  mempengaruhi  proses  atau

                                                     66
               keadaan khusus secara sadar atau tidak.
                    (Robert  Klitgaard,  2005)  memberikan  formulasi
               terjadinya korupsi dengan simbol D+M+A=C  (Corruption).

               Simbol  D  adalah  Discretionary  (Kewenangan),  Monopoly
               (Monopoli),       dan      A      adalah      Accountability

                                      67
               (Pertanggungjawaban).   Saat  seseorang  diberikan  suatu
               jabatan  lebih  dari  satu  dan  ia  memiliki  kewenangan  yang

               begitu besar, maka ia dapat menyalahgunakan wewenangnya

               untuk kepentingan dirinya sendiri, untuk orang yang memiliki
               kepentingan  yang sama  dan untuk  kepentingan  perusahaan.

               Kemudian  kewenangan  yang  dimilikinya  dapat  digunakan



               65  H. Sukiyat, Teori & Praktik Pendidikan Anti Korupsi, CV Jakad Media
               Publishing, Surabaya, 2020, hlm.19.
               66  Ibid, hlm. 20.
               67  Ibid, hlm. 29.

                                            57
   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69   70