Page 169 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 169
Restrukturisasi akan menghasilkan landasan peraturan dan
kelembagaan serta budaya kerja baru yang tercipta di kemudian hari.
Perubahan keorganisasian (organizational change) merupakan tindakan
beralihnya suatu organisasi dari kondisi yang berlaku kini menuju kondisi
masa datang yang diinginkan guna meningkatkan efektivitasnya (Jones
dalam Winardi, 2005).
Dewasa ini perusahaan daerah (BUMD) memiliki citra yang kurang
positif. Hal ini disebabkan karena : a) kinerja perusahaan yang belum
bagus; b) perilaku pimpinan perusahaan daerah yang tidak disiplin,
kolutif, korupsi dan nepotisme; dan c) pelayanan para karyawannya
terhadap publik (konsumen) yang jauh dari memuaskan. Rapor merah
tersebut merupakan kesempatan yang dapat digunakan pemerintah untuk
melakukan reformasi terhadap perusahaan daerah.
Memang tidak dapat dipungkiri tingkat kesejahteraan karyawan
perusahaan daerah lebih rendah dari perusahaan-perusahaan yang dimiliki
para konglomerat, dan bahkan lebih rendah dari para pegawai negeri di
daerah. Sistem penggajian karyawan perusahaan di daerah sama sekali
belum mempertimbangkan kebutuhan layak hidup dan prestasi kerja.
Lebih parah lagi banyak perusahaan di daerah tidak memiliki standar
penggajian yang jelas dan tidak didasari dengan tingkat pendidikan,
prestasi, produktivitas dan disiplin yang tinggi. Sebagai misal, para
karyawan yang rajin dan memiliki produktivitas tinggi mendapat upah
yang sama dengan para karyawan yang malas dan tidak produktif. Model
penggajian seperti ini dalam jangka panjang dapat menurunkan
produktivitas, etos dan disiplin kerja. Akibatnya membentuk pola pikir
karyawan yang koruptif yang kemudian memanfaatkan setiap peluang
untuk melakukan tindakan yang tidak jujur.
Berkenaan dengan ini kita dapat merujuk kepada apa yang dikatakan
Osborne. Meskipun apa yang dia katakan ditujukan pada organisasi
pemerintah, namun dengan pengertian yang sama kita dapat gunakan pula
pada organisasi perusahaan daerah. Menurut Osborne dan Plastrik (2004)
untuk menciptakan lembaga pemerintahan daerah merupakan pekerjaan
yang sulit dan besar. Untuk itu, maka mesti dipilih dan didiagnosa dengan
cara yang tepat agar efektif. Cara yang paling cepat adalah memperbaiki
perilaku individu terlebih dahulu.
145

