Page 200 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 200

1.  Sejarah Good Corporate Governance (GCG)

                    Konsep GCG pertama kali muncul dalam pertemuan 20 negara maju yang
               terhimpun  dalam  The  Organisation  For  Economic  Co-operation  and
               Development  (OECD)  di  Paris  tanggal  14  Desember  1960  dan  yang
               dilanjutkan pada 30 September 1961. Pada rapat kedua perwakilan 20 negara
               maju itu menandatangani sebuah rekomendasi bersama tentang empat prinsip
               utama  tata  kelola  perusahaan  yang  baik  atau  Good  corporate  governance
               (GCG).  Keempat  prinsip  GCG  yang  dimaksud  adalah  1).  Keterbukaan
               (Disclosure and Transparency); 2) Keadilan (Fairness); 3) Tanggung Jawab
               Sosial (Social Responsibility); dan 4) Akuntabilitas (Accountability).

                    Konsep  GCG  mulai  ramai  dibahas  ketika  terjadi  krisis  ekonomi  di
               kawasan Asia dan Amerika Latin pada pertengahan tahun 1990-an. Krisis ini
               terjadi  yang menyebabkan kegagalan GCG pada saat  itu  yaitu diantaranya
               sistem hukum  yang buruk, tidak konsistennya standar akuntansi dan audit,
               praktek-praktek perbankan  yang lemah dan kurangnya perhatian  Board  Of
               Directors (BOD) terhadap hak-hak pemegang saham minoritas. Karena hal-
               hal tersebut diatas maka pada dasawarsa 1990-an munculah tuntutan-tuntutan
               agar GCG diterapkan secara konsisten dan komprehensif di lingkungan dunia
               Usaha.

                    Tuntutan ini disuarakan oleh berbagai lembaga investasi baik domestik
               maupun  mancanegara.  Mereka  berpandangan  bahwa  prinsip-prinsip  dasar
               GCG seperti Fairness, transparency, accountability dan Stakeholders concern
               dapat menolong perusahaan dan membantu perekonomian negara yang sedang
               mengalami krisis untuk segera bangkit dan bertumbuh menjadi lebih sehat dan
               mampu bersaing dalam skala nasional maupun global.

                    Selama  dekade  1970-an  isu  GCG  mati  suri.  Isu  tersebut  muncul  lagi
               ketika  para  pelaku  bisnis  mengusulkan  pemisahan  antara  kepemilikan  dan
               pengelolaan perusahaan (Jil and Aris Salomon, 2004). Namun istilah GCG
               menjadi  lebih  eksplisit  ketika  Robert  I.  Tricker  menerbitkan  bukunya
               Corporate Governance (1984). Di dalam bukunya, Tricker memandang GCG
               memiliki empat kegiatan utama sebagai berikut :








                                                   176
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205