Page 202 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 202

Sejak  abad  pertengahan,  perdagangan  sudah  dikenal  dan  sudah  mulai
               berkembang. Namun pada masa itu ajaran gereja masih sangat kuat, sehingga
               paham keagamaan yang dianut pada waktu itu berpengaruh pada perdagangan.
               Pedagang  yang mengambil banyak keuntungan dianggap melanggar  ajaran
               agama. Keadaan ini mengakibatkan perkembangan perdagangan dan aktivitas
               bisnis terhambat.

                    Menurut Gunardi Endro (1999) setelah revolusi industri ada pergeseran
               kekuatan ekonomi dari aristokrat dan tuan tanah penguasa lahan kepada para
               pelaku bisnis di kota. Dalam revolusi industri ini diterapkan secara praktis
               penemuan-penemuan  baru  yang  mengakibatkan  munculnya  mekanisasi
               industri.  Produktivitas  Industri  semakin  meningkat  sehingga  banyak
               penduduk  berurbanisasi  ke  kota.  Mulai  saat  itu  kekuatan  kapitalisme
               perdagangan dan tenaga kerja yang terus berkembang hingga saat ini. Kaum
               kapitalis menguasai perekonomian dunia dan dianggap sebagai pelopor bagi
               terbentuknya pasar bebas.

                    Menurut Andre Gorz (2005) berkembangnya kekuatan kapitalisme tidak
               diikuti dengan kesejahteraan buruh atau pekerja. Pola Governance korporasi
               pada  awal  abad  ke-19  sangat  didominasi  oleh  kapitalisme.  Kapitalisme
               bertujuan  untuk  memperoleh  keuntungan  yang  sebesar-besarnya  sesuai
               dengan sifat kapitalisme itu sendiri. Namun hal ini menyebabkan kelas pekerja
               justru semakin ditekan.

                    Kekuatan produksi  yang besar yang seharusnya mensejahterakan kelas
               pekerja  justru  berbalik  menekan  mereka.  Kelas  pekerja  tidak  banyak
               diuntungkan dengan besarnya kekuatan produksi tersebut.


                    A. Davies (1999) menyatakan pada abad ini mulai tumbuh serikat pekerja
               yang  mulai  mengimbangi  dominasi  perusahaan.  Dominasi  perusahaan  ini
               sebelumnya  mampu  menekan  tingkat  upah  buruh  serendah  mungkin  guna
               memenangkan pasar bebas. Pada akhir abad ke-19 kekuatan serikat pekerja
               semakin  berkembang  dan  bertambah  kuat.  Hal  ini  tidak    terlepas  dari
               dukungan organisasi internasional seperti International Labour Organization
               (ILO) dan beberapa lembaga non pemerintah (NGO) lainnya. Eksistensi buruh
               atau  karyawan  semakin  dihargai.  Dan  sebagai  akibat  dari  bertambahnya
               kekuatan serikat buruh pekerja munculah hubungan antara pemegang saham
               dan Board Of Directors.



                                                   178
   197   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207