Page 281 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 281
b. Indikator menurut peraturan khusus yang berlaku : Berdasarkan
indikator ini seorang pelaku bisnis dikatakan beretika dalam bisnisnya
apabila masing-masing pelaku bisnis mematuhi aturan-aturan khusus
yang telah disepakati sebelumnya.
c. Indikator menurut hukum. Berdasarkan indikator hukum seseorang
atau suatu perusahaan dikatakan telah melaksanakan etika bisnis apabila
seseorang pelaku bisnis atau suatu perusahaan telah mematuhi segala
norma hukum yang berlaku dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
d. Indikator etika berdasarkan ajaran agama. Pelaku bisnis dianggap
beretika bilamana dalam pelaksanaan bisnisnya senantiasa merujuk
kepada nilai-nilai ajaran agama yang dianutnya dan yang dapat diterima
secara universal.
e. Indikator etika berdasarkan nilai budaya. Setiap pelaku bisnis baik
secara individu maupun kelembagaan telah menyelenggarakan bisnisnya
dengan mengakomodasi nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang ada
disekitar operasi suatu perusahaan, daerah dan suatu bangsa.
f. Indikator etika bisnis menurut masing-masing individu adalah apabila
masing-masing pelaku bisnis bertindak jujur dan tidak mengorbankan
integritas pribadinya.
3. Nilai-Nilai GCG dalam Perusahaan Daerah
Supaya dapat mengalami pertumbuhan, meraih kinerja terbaik dan
meningkatkan daya saingnya, mau tidak mau, setiap perusahaan daerah harus
mewujudkan budaya perusahaan, etika bisnis dan GCG secara simultan.
Budaya organisasi, etika bisnis dan GCG mencakupi 4 (empat) aspek yang
tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keempat aspek itu adalah :
1) Commitment on Governance : Yaitu komitmen untuk menjalankan
perusahaan yang dalam hal ini adalah dalam bidang perbankan
berdasarkan prinsip kehati-hatian berdasarkan peraturan perundangan
yang berlaku.
2) Governance structure : Yaitu struktur kekuasaan berikut persyaratan
pejabat yang ada di bank sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh
peraturan perundangan yang berlaku.
257

