Page 284 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 284
a) tujuan, sasaran usaha dan strategi perseroan;
b) status pemegang saham utama dan para pemegang saham lainnya
serta informasi terkait mengenai pelaksanaan hak-hak pemegang
saham;
c) kepemilikan saham silang dan jaminan utang secara silang;
d) penilaian terhadap perseroan oleh eksternal auditor, lembaga
pemeringkat kredit dan lembaga pemeringkat lainnya;
e) riwayat hidup anggota dewan komisaris, direksi dan eksekutif kunci
perseroan, serta gaji dan tunjangan mereka;
f) sistem pemberian honorarium untuk eksternal auditor, anggota
dewan komisaris, direksi dan eksekutif kunci.
g) sistem penggajian dan pemberian tunjangan untuk internal auditor,
anggota dewan komisaris, direksi dan eksekutif kunci;
h) faktor risiko material yang dapat diantisipasi, termasuk penilaian
manajemen atas iklim berusaha dan faktor risiko;
i) informasi mengenai karyawan perseroan dan pihak yang
berkepentingan lainnya;
j) klaim material yang diajukan oleh/dan/atau terhadap perseroan, dan
perkara yang ada di badan peradilan atau badan arbitrase yang
melibatkan perseroan;
k) benturan kepentingan yang mungkin akan terjadi dan/atau yang
sedang berlangsung; dan
l) pelaksanaan pedoman GCG.
Namun, ada indikator tambahan yang diberlakukan bagi perseroan
(BUMN dan BUMD) yang sudah go public yaitu indikator disclosure.
Disclosure adalah keterbukaan dalam mengungkapkan informasi yang bersifat
material dan relevan mengenai perusahaan. Artinya perusahaan harus dapat
memberi informasi atau laporan yang akurat dan tepat waktu mengenai kinerja
perusahaan. Perseroan juga harus memastikan bahwa semua informasi yang
dapat mempengaruhi harga saham perseroan dan/atau suatu produk perseroan
dirahasiakan sampai pengumuman mengenai harga tersebut dilakukan kepada
masyarakat. Namun jika kerahasiaan tidak dapat dipertahankan sampai
transaksi atau hal yang bersangkutan terjadi, suatu pengumuman peringatan
mungkin diperlukan untuk mencegah terciptanya informasi yang
menyesatkan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
260

