Page 283 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 283

melaksanakan  suatu  proses  kegiatan  perusahaan.  Pengungkapan  informasi
               kinerja baik ketepatan waktu maupun akurasinya (keterbukaan dalam proses,
               pengambilan  keputusan,  pengawasan,  keadilan,  kualitas,  standarisasi,
               efisiensi,  waktu  dan  biaya).  Dengan  transparansi,  pihak-pihak  yang  terkait
               akan  dapat  melihat  dan  memahami  bagaimana  suatu  perusahaan  dikelola.
               Namun  hal  tersebut  tidak  berarti  masalah-masalah  yang  strategis  harus
               dipublikasikan,  sehingga  akan  mengurangi  keunggulan  kompetitif
               perusahaan.  Hak-hak  para  pemegang  saham,  yang  harus  diberi  informasi
               dengan  benar  dan  tepat  pada  waktunya  mengenai  perusahaan,  dapat  ikut
               berperan serta dalam pengambilan keputusan mengenai perubahan-perubahan
               yang mendasar atas perusahaan dan turut memperoleh bagian dari keuntungan
               perusahaan.  (Forum  for  Corporate  Governance  in  Indonesia,  2002),
               transparansi  menunjukkan  proses  keterbukaan  dari  para  pengelola
               manajemen,  utamanya  manajemen  publik  untuk  membangun  akses  dalam
               proses  pengolahannya  sehingga  arus  informasi  keluar  dan  masuk  secara
               seimbang. Jadi dalam proses transparansi informasi masyarakat dapat melihat
               mengenai  apa  yang  sedang  dilakukan  dengan  menyebarluaskan  rencana
               anggaran, rencana hasil, undang-undang dan peraturan.

                    Kendati  demikian,  Ackerman  (2006)  mengemukakan  bahwa  adapun
               indikator-indikator transparansi yang diberlakukan untuk BUMN dan BUMD
               (perusahaan  daerah)  yang  statusnya  telah  menjadi  PT  Terbuka  (Tbk)
               dibedakan dari indikator untuk BUMN dan BUMD yang statusnya masih PT
               biasa.

                    Setiap  perseroan  (BUMN  maupun  BUMD)  wajib  mengungkapkan
               informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan perseroan
               kepada pemegang saham, dan instansi pemerintah yang terkait sesuai dengan
               peraturan perundang-undangan yang berlaku secara tepat waktu, akurat, jelas
               dan objektif.

                    Selain  dari  yang  tercantum  dalam  Laporan  Tahunan  dan  Laporan
               Keuangan sebagaimana disyaratkan oleh Peraturan perundang-undangan yang
               berlaku,  perseroan  harus  mengambil  inisiatif  untuk  mengungkapkan  tidak
               hanya  masalah-masalah  yang  diisyaratkan  oleh  peraturan  perundang-
               undangan namun juga hal lain yang penting untuk pengambilan keputusan
               oleh  pemodal,  pemegang  saham,  kreditur,  dan  pihak  yang  berkepentingan
               lainnya, antara lain mengenai :



                                                   259
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288