Page 290 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 290
perusahaan yang melanggar nilai kejujuran tersebut perlu dikenakan sanksi
yang tegas sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku di perusahaan.
Untuk melakukan pengujian atas kepatuhan terhadap kode etik tersebut perlu
dilakukan semacam audit kepatuhan (compliance audit) oleh pihak yang
independen, misalnya Internal Auditor.
Dari pembahasan diatas, jelaslah bahwa penerapan etika bisnis dan GCG
saling berkaitan satu sama lainnya. Titik temunya ada pada nilai-nilai.
Makanya, GCG seringkali dimaknai sebagai suatu proses dan struktur yang
digunakan oleh organ perusahaan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan
akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam
jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya,
berlandaskan peraturan perundangan dan nilai-nilai etika.
8). Nilai Saling Percaya
Nilai yang juga mendapat penekanan dalam budaya organisasi, etika
bisnis dan GCG di perusahaan daerah adalah nilai saling percaya. Saling
percaya dapat diartikan sebagai suasana saling menghargai dan terbuka
diantara sesama anggota Perusahaan yang dilandasi oleh keyakinan akan
integritas, itikad baik, dan kompetensi dari pihak-pihak yang saling
berhubungan dalam penyelenggaraan praktek bisnis yang bersih dan etikal.
Nilai saling percaya ini tercermin dalam konteks :
a) hubungan antara sesama anggota perusahaan.
b) hubungan antara pimpinan dengan bawahan
c) berhubungan dengan pelanggan
d) berhubungan dengan pemasok dan mitra kerja lainnya
e) berhubungan dengan pemerintah/stakeholder
f) berhubungan dengan masyarakat
g) berhubungan dengan Serikat Pekerja
Sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh anggota perusahaan untuk
mengaktualisasikan nilai saling percaya dalam konteks pengembangan budaya
perusahaan, etika bisnis dan GCG yaitu :
266

