Page 289 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 289

yang    bersangkutan    dalam    pelaksanaan    rencana   tersebut,   harus
               memberlakukan semua pemegang saham secara adil.

               b)  Nilai Kejujuran berkaitan dengan etika berusaha dan anti korupsi


                    Anggota dewan komisaris, direksi dan karyawan perseroan dilarang untuk
               memberikan atau menawarkan, baik  langsung atau tidak langsung, sesuatu
               yang  berharga  kepada  pelanggan  atau  seorang  pejabat  pemerintah  untuk
               mempengaruhi atau sebagai imbalan atas apa saja yang telah dilakukannya dan
               tindakan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


                    Suatu  tanda  terima  kasih  dalam  kegiatan  usaha,  seperti  hadiah,
               sumbangan atau ‘entertainment’ sekali-kali tidak boleh dilakukan pada suatu
               keadaan yang dapat dianggap sebagai perbuatan yang tidak patut. Perseroan
               wajib membuat suatu pedoman tentang perilaku etis, yang pada dasar memuat
               nilai-nilai etika berusaha, ketentuan dalam pedoman harus dinyatakan dengan
               singkat  dan  jelas,  tetapi  cukup  rinci  guna  memberikan  arahan  yang  jelas
               perihal perilaku etika berusaha kepada siapa pedoman itu ditujukan.


               c)  Nilai kejujuran berkaitan dengan donasi

                    Dana,  asset  atau  keuntungan  perseroan  yang  terhimpun  untuk
               kepentingan  para  pemegang  saham  perseroan  tidak  patut  digunakan  untuk
               kepentingan  donasi  politik.  Donasi  politik  oleh  perseroan  atau  apapun
               pemberian suatu aset perseroan kepada partai politik atau seseorang ataupun
               lebih  calon  anggota  badan  legislati  hanya  boleh  dilakukan  sesuai  dengan
               peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam batas kepatutan, donasi
               untuk tujuan amal dapat dibenarkan.

                    Jadi, nilai kejujuran berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai benturan
               kepentingan (conflict of interest). Seluruh pimpinan dan karyawan perusahaan
               harus  dapat  menjaga  kondisi  yang  bebas  dari  suatu  benturan  kepentingan
               pribadi  dengan kepentingan perusahaan. Suatu  benturan kepentingan dapat
               timbul  bila  pimpinan  dan  karyawan  perusahaan  memiliki,  secara  langsung
               maupun  tidak  langsung  kepentingan  pribadi  dalam  mengambil  suatu
               keputusan,  dimana  keputusan  tersebut  seharusnya  diambil  secara  obyektif,
               bebas  dari  keragu-raguan  dan  demi  kepentingan  terbaik  dari  perusahaan.
               Wujud  nyata dari perilaku  yang mengandung benturan kepentingan  adalah
               praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Setiap karyawan dan pimpinan



                                                   265
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294