Page 287 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 287

   Salem  Sheikh  berkata  bahwa  “CSR  merupakan  tanggung  jawab
                        perusahaan,  apakah  bersifat  sukarela  atau  berdasarkan  undang-
                        undang,  dalam  pelaksanaan  kewajiban  sosial  ekonomi  di
                        masyarakat”

                    Dari keempat definisi yang saya sebutkan diatas dapat ditarik kesimpulan
               bahwa sebenarnya CSR adalah “Suatu tindakan yang bersifat sukarela maupun
               yang telah diatur undang-undang, tindakan tersebut mempunyai tujuan untuk
               menunjukkan sifat kepedulian sebuah perusahaan maupun lembaga terhadap
               karyawan, masyarakat sekitar perusahaan, masyarakat luas, lingkungan sekitar
               perusahaan atau lingkungan secara luas sebagai komitmen tanggung jawab
               berkelanjutan  mengenai  dampak  kegiatan  perusahaan  yang  telah
               dilakukannya”.


                    Di Indonesia kegiatan CSR telah diatur dalam Undang-Undang sejak 16
               Agustus 2007 melalui Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU Nomor 40
               Tahun  2007  tentang  Perseroan  Terbatas),  UU  ini  mengikat  semua  jenis
               korporasi  yang  berbentuk  Perseroan  Terbatas  baik  itu  berstatus  swasta
               maupun milik Negara. Pengikat perusahaan berbadan BUMN mengenai CSR
               telah diatur dalam UU tentang BUMN pasal 2 Juncto pasal 66 Ayat 1, UU
               Nomor 19 2003 pasal 8 keputusan Menteri Negara Nomor 236 Tahun 2003.


                    Dengan  beberapa  alasan  seperti  diatas  maka  terjawab  sudah  kenapa
               perusahaan-perusahaan  besar  di  dalam  negeri  maupun  Internasional
               melakukan  program  CSR,  karena  memang  akan  berdampak  positif  bagi
               perusahaan  tersebut.  Selain  citra  positif  yang  diterima  perusahaan  dengan
               adanya program CSR tentu saja akan berdampak positif pula pada masyarakat
               maupun lingkungan yang merasakan secara langsung dampak dari program
               CSR.


               5).   Nilai Keadilan

                    Dalam  rangka  menerapkan  budaya  organisasi,  etika  bisnis  dan  GCG,
               direksi  perseroan  (perusahaan  daerah)  wajib  menggunakan  kemampuan
               bekerja, kualifikasi dan kriteria yang terkait dengan hubungan kerja sebagai
               dasar  satu-satunya  dalam  mengambil  keputusan  mengenai  hubungan  kerja
               antara perseroan dan karyawan. Direksi harus mempekerjakan, menetapkan
               besarnya  gaji,  memberikan  pelatihan,  menetapkan  jenjang  karir  serta




                                                   263
   282   283   284   285   286   287   288   289   290   291   292