Page 32 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 32

mencapai titik paling rendah sejak masa pemerintahan Soeharto, yakni sebesar
               minus 13 persen (Kompas 2002)

                    Disinyalir  kondisi  tersebut  akibat  dari  dunia  usaha  tidak
               mengimplementasikan  GCG  atau  tata  kelola  yang  baik.  Tentang  hal  ini
               Dorojatun Kuntjoro Djakti mengatakan : “Tidak ada negara yang kuat tanpa
               dunia usaha yang kuat” kiranya terbukti dengan adanya krisis ekonomi yang
               telah disinggung diatas. Hal senada disampaikan Baird (2000). Menurut Baird
               salah satu akar penyebab timbulnya krisis ekonomi di Indonesia dan juga di
               berbagai  negara  Asia  lainnya  adalah  buruknya  pelaksanaan  tata  kelola
               perusahaan  di  hampir  semua  perusahaan  yang  ada,  baik  perusahaan  yang
               dimiliki  pemerintah  (BUMN)  maupun  yang  dimiliki  pihak  swasta.  Akibat
               lebih lanjut, tingkat kepercayaan para pemilik modal atau investor menjadi
               turun.

                    Merosotnya  tingkat  kepercayaan  investor  tersebut  menyebabkan  para
               investor  lama  menarik  kembali  dana  investasinya,  sementara  para  investor
               baru enggan untuk mengucurkan dana investasinya. Survei Pricewaterhouse
               Coopers yang dirilis oleh Investment Management Association of Singapore
               dan Corporate Governance & Financial Reporting Center bulan Mei tahun
               2005, menunjukkan bahwa 81% investors yang disurvei dan berinvestasi di
               Singapura  beranggapan  bahwa  rata  –  rata  perusahaan  di  Singapura
               melaksanakan GCG.

                    Salah satu indikator keengganan investor berinvestasi di Indonesia dapat
               dilihat  dari  perkembangan  Foreign  Direct  Investment  (FDI)  index  periode
               1988-1990 dan periode 1998-2000 sebagai berikut.



















                                                   15
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37