Page 31 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 31
Tabel 1.3 :
Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Beberapa Negara Asia :
30/6/97-8/5/98
Negara US$/100 12/31’97 Perubahan 5/8'98 Perubahan Kumulatif
Uang (%) 6/30- (%)1/1- (%)
local 12/31 5/8’98 6/30'97
6/30’97 1/1-5/8'98
Thailand 4,05 2,08 -48,7 2,59 24,7 -36
Malaysia 39,53 25,70 -35,0 26,25 2,1 -33,6
Indonesia 0,04 0,02 -44,0 0,01 -53,0 -73,8
Filipina 3,79 2,51 -33,9 2,54 1,3 -33,0
Hongkong 12,90 12,90 0,0 12,90 0,0
Korea 0,11 0,06 -47,7 0,07 21,9 -36,2
Selatan
Taiwan 3,06 3,06 -14,8 3,10 1,2 -13,8
Singapura 69,93 59,44 -15,0 61,80 4,0 -11,6
Sumber :Goldstein (1998)
Krisis Keuangan tahun 1997 – 1998 tersebut menghantam seluruh sendi-
sendi kehidupan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Jumlah rakyat miskin
bertambah, kalangan pelaku usaha mengalami kebangkrutan, kondisi krisis
ini, kemudian diperburuk lagi dengan krisis politik yang kemudian
menjatuhkan Presiden Soeharto pada 22 Mei 1998 yang pada akhirnya
membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi negatif. Produk Domestik
Bruto (PDB) menjadi minus 13,68 persen dibandingkan dengan 4,65 persen
di tahun 1997, demikian pula laju inflasi yang mengalami peningkatan
menjadi 77,63 persen pada tahun itu. Jika kita bandingkan tingkat inflasi pada
tahun sebelumnya yang hanya 11,05 persen (Siamat,2004). Nilai tukar rupiah
terhadap dolar Amerika Serikat juga mengalami penurunan menjadi sekitar
Rp. 15.000 (Zhuang dkk, 2001), dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang
14

