Page 53 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 53
bertalian dengan manajemen dan sumber daya manusia. Laporan hasil biro
Analisa Keuangan Daerah Depkeu tentang Analisis Kinerja BUMD Non
PDAM mengemukakan bahwa secara umum BUMD masih terkungkung oleh
masalah-masalah seperti :
a. lemahnya kemampuan manajemen perusahaan;
b. lemahnya kemampuan modal usaha;
c. kondisi mesin dan peralatan yang sudah tua atau ketinggalan
dibandingkan usaha lain yang sejenis;
d. lemahnya kemampuan pelayanan dan pemasaran sehingga sulit bersaing;
e. kurang adanya koordinasi antar BUMD khususnya dalam kaitannya
dengan industri hulu maupun hilir;
f. kurangnya perhatian dan kemampuan atas pemeliharaan aset yang
dimiliki, sehingga rendahnya produktivitas, serta mutu dan ketepatan
hasil produksi;
g. besarnya beban administrasi, akibat relatif besarnya jumlah pegawai
dengan kualitas yang rendah; dan
h. masih dipertahankannya BUMD yang merugi, dengan alasan
menghindarkan PHK dan “kewajiban” pemberian pelayanan umum bagi
masyarakat.
Salah satu tantangan berat yang dihadapi BUMD masa kini adalah tingkat
persaingan yang semakin ketat. Sebagai wujud nyata dari investasi daerah,
BUMD mau tidak mau akan menghadapi persaingan yang semakin tinggi
dengan masuknya pasar global. Pilihannya adalah apakah BUMD tersebut
harus tetap dengan kondisinya saat ini atau mengikuti persaingan itu dengan
melakukan perubahan pada visi, misi, dan strategi bisnisnya.
Idealnya, BUMD merupakan salah satu sumber penerimaan dari sebuah
pemerintah daerah. BUMD adalah sebuah perwujudan dari peran pemerintah
daerah dalam pembangunan ekonomi daerah. Namun demikian dalam
perkembangannya BUMD justru menjadi salah satu masalah keuangan
daerah. Tidak hanya gagal menjadi sumber penerimaan, bahkan BUMD dapat
membebani keuangan daerah.
Penelitian yang dilakukan Setyawan dan Riyardi, memberikan temuan-
temuan menarik terkait dengan kinerja BUMD. Diketahui bahwa BUMD di
beberapa kota di Jawa Tengah ternyata tidak efisien dalam operasionalnya.
36

