Page 55 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 55

Kesulitan yang kini dihadapi Indonesia dalam mendorong pertumbuhan
               ekonominya merupakan permasalahan yang tidak terselesaikan dalam proses
               investasi. Upaya bangsa Indonesia dalam mendorong perusahaan daerah untuk
               berkembang dewasa ini terkendala oleh beberapa faktor penghambat, yakni :

               1)  Faktor Eksternal
                    a.  Kondisi  sosial  dan  keamanan  yang  belum  kondusif.  Konflik
                       horizontal antara warga masyarakat berupa perang antar suku, tawuran
                       antar kampung, konflik antar kelompok agama masih cukup sering di
                       berbagai  daerah  di  Indonesia.  Kondisi  sosial  dan  keamanan  yang
                       demikian  membuat  warga  masyarakat  dan  perusahaan  daerah  sulit
                       mengembangkan usahanya.
                    b. Lemahnya komitmen  pemerintah  dalam  menegakan peraturan.
                       Sikap seperti ini cukup menghalangi kegiatan investasi dan bisnis di
                       Indonesia, termasuk kegiatan investasi dan bisnis di daerah. Menurut
                       survei  dari  lembaga  pemeringkat  Political  &  Economic  Risk
                       Consultancy  (PERC)  yang  bermarkas  di  Hongkong,  Indonesia
                       merupakan negara yang paling korup di Asia dengan sistem hukum
                       nasional yang berantakan. Kendati demikian, bangsa Indonesia boleh
                       dianggap cukup beruntung. Dengan tingkat risiko negara (country risk)
                       yang tinggi dan lemahnya penegakan hukum, kegiatan investasi dan
                       bisnis masih tetap berjalan sehingga ekonomi dapat bertumbuh sekitar
                       5,2%. Bisa dibayangkan, pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih
                       tinggi  lagi apabila bangsa Indonesia mampu menekan tingkat risiko
                       negara  dan  berhasil  menegakkan  hukum  dan  peraturan  secara
                       konsisten.
                    c.  Faktor  Lingkungan  Bisnis.  Faktor  ini  mencakupi  hal-hal  sebagai
                       berikut : (1) tenaga kerja kurang berkualitas dan produktivitas yang
                       rendah (2) perekonomian daerah  yang lemah, (3) infrastruktur fisik
                       belum  memadai,  (4)  kondisi  sosial  politik  yang  tak  stabil,  dan  (5)
                       institusi  yang  belum  menerapkan  good  governance  (6)  aparat
                       pemerintah di daerah yang korup, (7) Kolusi, Korupsi dan Nepotisme.
                    d. Faktor  perubahan  dalam  keinginan  pelanggan  yang  tidak
                       diantisipasi oleh perusahaan. Hal ini mengakibatkan pelanggan lari
                       atau berpindah sehingga terjadi penurunan dalam pendapatan.







                                                   38
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60