Page 78 - Skripsi_Risqi Apriyadi_20140830006
P. 78
Untuk observasi kelas sinkronus yaitu kelas tatap maya
dimana dalam hal ini memasuki fase 1, fase 2 dan fase 3 peneliti
telah menyimpulkan bahwa dosen pengampu mata kuliah
menerapkan pola yang sama pada alur perkuliahan shokyū kaiwa .
Kegiatan awal saat membuka kelas dosen pengampu selalu
mengucapkan salam, kemudian dilanjutkan dengan membaca
Qur’an melanjutkan bacaan yang sebelumnya, karena pada
Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta mewajibkan mahasiswanya membaca
Qur’an pada kelas perkuliahan bahasa Jepang, sehingga setiap awal
kelas dimulai akan selalu disertakan pembacaan Qur’an sebelum
kegiatan inti dimulai. Setelah daripada itu, kegiatan selalu
dilanjutkan dengan presensi mahasiswa atau memasuki fase 1, hal
ini dilakukan untuk memastikan apakah ada mahasiswa yang tidak
menghadiri kelas, hal ini juga bertujuan untuk menentukan nilai
soft skill dari mahasiswa, karena pada Program Studi Pendidikan
Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tidak
hanya menitik beratkan kemampuan mahasiswa pada hard skill
mereka, melainkan penilaian juga dilakukan terhadap nilai soft skill
mereka, dimana kehadiran didalam kelas termasuk dalam
penilaianya.
Setelah seluruh kegiatan pembuka dilakukan, maka akan
dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu fase 2 yang mana kegiatan
51

