Page 121 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 121
Harry nyengir. Dia telah memaksa si kembar Weasley mengambil hadiah uang
seribu Galleon yang telah dimenangkannya dalam Turnamen Triwizard untuk
membantu mereka mewujudkan ambisi mereka untuk membuka sebuah toko
lelucon, tetapi dia masih senang mengetahui bahwa bagiannya dalam
memajukan rencana mereka belum diketahui oleh Mrs Weasley. Dia tidak
berpikir menjalankan sebuah toko lelucon merupakan karir yang pantas bagi dua
anaknya.
Penghilangan Doxy dari tirai-tirai berlangsung sepanjang pagi itu. Sudah lewat
tengah hari ketika Mrs Weasley akhirnya melepaskan scarf pelindungnya,
terhenyak ke kursi berlengan dan melompat bangkit lagi dengan jeritan jijik,
karena telah menduduki sekantong tikus mati. Tirai-tirai tidak lagi berdesing;
mereka bergantung lemas dan lembab dari penyemprotan habis-habisan. Di kaki
mereka terletak Doxy-Doxy tidak sadar yang terjejal di dalam ember di samping
semangkok telur hitam mereka, yang sedang diendusi Crookshanks dan Fred dan
George sedang saling memandang dengan pandangan tamak.
'Kukira kita akan mengerjakan yang itu sehabis makan siang,' Mrs Weasley
menunjuk kepada lemari-lemari berpintu kaca yang berdebu yang terletak di
kedua sisi rak perapian. Lemari-lemari itu penuh dengan aneka benda aneh;
pilihan belati berkarat, cakar, kulit ular yang bergulung, sejumlah kotak perak
pudar yang diberi tulisan dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti Harry dan,
yang paling tidak menyenangkan dari semuanya, sebuah botol kristal berhias
dengan sebuah batu opal besar yang ditempatkan pada penutupnya, penuh
dengan apa yang Harry yakini sebagai darah.
Bel pintu yang berkelontang berbunyi lagi. Semua orang memandang kepada
Mrs Weasley.
'Tetap di sini,' dia berkata dengan tegas, sambil menyambar kantong tikus itu
selagi pekikan Mrs Black mulai lagi di bawah. 'Aku akan membawakan
beberapa roti isi.'
Dia meninggalkan ruangan, menutup pintu dengan hati-hati di belakangnya.
Seketika, semua orang menyerbu ke jendela untuk melihat ke bawah ke ambang
pintu.
Mereka bisa melihat puncak dari sebuah kepala merah kekuningan yang tidak
terurus dan setumpuk kuali yang keseimbangannya sangat genting.

