Page 123 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 123

'Para idiot itu membiarkannya berlarut-larut,' kata George, sambil
               menggelengkan kepalanya. 'Kau harus mengalihkannya dari awal kalau tidak dia
               akan menambah kekuatan dan berteriak terus selama berjam-jam. Dan dia sudah
               sangat ingin memarahi Mundungus sejak dia menyelinap pergi sewaktu
               seharusnya mengikutimu, Harry -- dan ibunya Sirius mulai lagi --'


               Suara Mrs Weasley tertelan oleh jeritan dan pekikan baru yang datang dari
               potret-potret di aula.


               George bergerak menutup pintu untuk menenggelamkan keributan itu, tetapi
               sebelum dia bisa melakukannya, seorang peri-rumah memasuki ruangan itu.


               Kecuali kain rombengan kotor yang diikat seperti cawat di sekitar bagian
               tengahnya, dia benar-benar telanjang. Kelihatannya sangat tua. Kulitnya terlihat
               beberapa kali lebih besar bagi dirinya dan, walaupun dia botak seperti semua
               peri-rumah, ada sejumlah rambut putih yang tumbuh mencuat dari telinga
               besarnya yang seperti telinga kelelawar. Matanya yang berwarna kelabu berair

               dan pembuluh darahnya tampak dan hidungnya yang penuh daging besaar dan
               mirip moncong.

               Peri itu sama sekali tidak memperhatikan Harry dan yang lain. Bertindak seakan-

               akan dia tidak bisa melihat mereka, dia bergerak dengan bungkuk, pelan-pelan
               dan pasti, menuju ujung jauh dari ruangan itu, sambil bergumam pelan dalam
               suara serak dan dalam seperti katak.


               '... baunya seperti selokan dan seorang kriminal untuk ditendang, tapi yang
               wanita juga tidak lebih baik, si pengkhianat darah yang menjijikan dengan anak-
               anak nakalnya mengotori rumah nyonyaku, oh, nyonyaku yang malang, kalau
               saja dia tahu, kalau dia tahu sampah yang telah mereka masukkan ke dalam
               rumahnya, apa yang akan dikatakannya kepada Kreacher tua ini, oh, betapa
               malunya, Darah-lumpur dan manusia serigala dan pengkhianat dan pencuri,
               Kreacher tua yang malang, apa yang bisa dilakukannya ...'


               'Halo, Kreacher,' kata Fred dengan sangat keras, sambil menutup pintu dengan
               sekali banting.


               Peri-rumah itu membeku di tempat, berhenti bergumam, dan mengeluarkan
               suara terkejut yang sangat dibuat-buat dan sangat tidak meyakinkan.


               'Kreacher tidak melihat tuan muda,' katanya, sambil berpaling dan membungkuk
               kepada Fred. Masih menghadap karpet, dia menambahkan, jelas terdengar,
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128