Page 30 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 30
pintu depan.
'Diddy! Sudah waktunya juga, aku sudah -- sudah -- Diddy, ada apa?'
Harry melihat ke samping kepada Diddy dan menghindar dari bawah lengannya
tepat waktu. Dudley berayun di tempat sejenak, wajahnya pucat kehijauan ... lalu
dia membuka mulut dan muntah di atas keset pintu.
'DIDDY! Diddy, apa yang terjadi denganmu? Vernon? VERNON!'
Paman Harry datang tergopoh-gopoh keluar dari ruang tamu, kumis tebalnya
melambai ke sana ke mari seperti yang selalu terjadi setiap kali dia gelisah. Dia
bergegas ke depan untuk membantu Bibi Petunia mengatasi Dudley yang lemah-
lutut melewati ambang pintu selagi menghindar agar tidak menginjak genangan
muntahan.
'Dia sakit, Vernon!'
'Ada apa, nak? Apa yang terjadi? Apakah Mrs Polkiss memberimu sesuatu yang
asing sewaktu minum teh?
'Mengapa kamu penuh debu, sayang? Apakah kamu tadi berbaring di atas
tanah?'
'Tunggu dulu -- kamu tidak dirampok, 'kan, nak?'
Bibi Petunia berteriak.
'Telepon polisi, Vernon! Telepon polisi! Diddy, sayang, bicaralah pada Mummy!
Apa yang mereka lakukan padamu?'
Dalam semua keributan itu tak seorangpun tampaknya memperhatikan Harry,
yang memang diinginkannya. Dia berhasil menyelinap ke dalam tepat sebelum
Paman Vernon membanting pintu dan, selagi keluarga Dursley maju dengan
ribut menyusuri aula menuju dapur, Harry bergerak dengan hati-hati dan diam-
diam menuju tangga.
'Siapa yang melakukannya, 'nak? Berikan nama-namanya pada kami. Kami akan
balas, jangan takut.'
'Shh! Dia sedang berusaha mengatakan sesuatu, Vernon! Apa itu, Diddy?

