Page 520 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 520

melayangkan pandangan ke samping kepada Ron, yang terlihat ketakutan.


               'Dan Dumbledore -- bagaimana dengan Molly?' kata Profesor McGonagall,
               berhenti sejenak di pintu.


               'Itu adalah tugas Fawkes ketika dia selesai berjaga-jaga terhadap siapapun yang
               mendekat,' kata Dumbledore. 'Tetapi dia mungkin sudah tahu ... jamnya yang
               ulung itu ...'


               Harry tahu Dumbledore sedang membicarakan jam yang memberitahu, bukan
               waktu, tetapi keberadaan dan kondisi berbagai anggota keluarga Weasley, dan
               dengan kepedihan tiba-tiba dia berpikir bahwa jarum Mr Weasley pastilah,
               bahkan sekarang, menunjuk ke bahaya maut. Tetapi hari sudah sangat malam.
               Mrs Weasley mungkin sudah tertidur, tidak memperhatikan jam itu. Harry
               merasa dingin sewaktu dia mengingat Boggart Mrs Weasley yang berubah
               menjadi tubuh tidak bernyawa Mr Weasley, kacamatanya miring, darah
               bercucuran di wajahnya ... tetapi Mr Weasley tidak akan mati ... dia tidak
               mungkin ...


               Dumbledore sekarang menggeledah sebuah lemari di belakang Harry dan Ron.
               Dia keluar dari lemari itu sambil membawa sebuah ketel tua yang telah
               menghitam, yang diletakkannya dengan hati-hati dia atas meja tulisnya. Dia

               menaikkan tongkatnya dan bergumam, 'Portus!' Sejenak ketel itu bergetar,
               mengeluarkan cahaya biru yang aneh; lalu bergetar diam, masih sehitam dulu.

               Dumbledore berjalan ke potret lainnya, kali ini seorang peyihir pria berwajah

               cerdas dengan janggut runcing, yang telah dilukis mengenakan warna-warna
               Slytherin hijau dan perak dan tampaknya sedang tertidur begitu lelapnya
               sehingga dia tidak bisa mendengar suara Dumbledore sewaktu mencoba
               membangunkannya.


               'Phineas. Phineas.'

               Subyek potret-potret yang berbaris di ruangan itu tidak lagi berpura-pura tidur;

               mereka bergeser-geser dalam bingkai mereka, supaya melihat apa yang sedang
               terjadi dengan baik. Ketika penyihir berwajah cerdas itu terus berpura-pura
               tertidur, beberapa dari mereka meneriakkan namanya juga.


               'Phineas! Phineas! PHINEAS!'

               Dia tidak bisa berpura-pura lebih lama lagi; dia memberi sentakan yang dibuat-
   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525