Page 521 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 521
Dia tidak bisa berpura-pura lebih lama lagi; dia memberi sentakan yang dibuat-
buat dan membuka matanya lebar-lebar.
'Apakah ada yang memanggil?'
'Aku perlu kamu mengunjungi potretmu yang satu lagi, Phineas,' kata
Dumbledore.
'Aku punya pesan lain.'
'Mengunjungi potretku yang lain?' kata Phineas dengan suara nyaring,
mengeluarkan kuap panjang yang palsu (matanya jelalatan ke seluruh ruangan
dan berfokus pada Harry). 'Oh, tidak, Dumbledore, aku terlalu lelah malam ini.'
Sesuatu mengenai suara Phineas terasa akrab bagi Harry, di mana pernah
didengarnya? Tetapi sebelum dia sempat berpikir, potret-potret pada dinding-
dinding yang mengelilingi mengeluarkan serangan protes.
'Ketidakpatuhan, sir!' raung seorang penyihir gemuk berhidung merah, sambil
memamerkan kepalan tangannya. 'Kelalaian melakukan tugas!'
'Kita terikat kehormatan untuk memberi jasa kepada Kepala Sekolah Hogwarts
yang sekarang!' teriak seorang penyihir tua yang tampak rapuh yang dikenali
Harry sebagai pendahulu Dumbledore, Armando Dippet. 'Seharusnya kamu
malu, Phineas!'
'Haruskah aku membujuknya, Dumbledore?' panggil seorang penyihir wanita
bermata jelalatan, mengangkat sebuah tongkat yang ketebalannya tidak biasa
yang mirip cambuk dari kayu birch.
'Oh, baiklah,' kata penyihir yang dipanggil Phineas, menatap tongkat itu dengan
pengertian, 'walaupun dia mungkin telah menghancurkan lukisanku sekarang,
dia telah membuang sebagian besar anggota keluarga --'
'Sirius tahu betul untuk tidak menghancurkan potretmu,' kata Dumbledore, dan
Harry segera menyadari di mana dia telah mendengar suara Phineas sebelumnya:
muncul dari bingkai yang tampak kosong di dalam kamar tidurnya di
Grimmauld Place. 'Kamu harus memberi pesan bahwa Arthur Weasley telah
terluka parah dan bahwa istri, anak-anaknya dan Harry Potter akan segera tiba di
rumahnya. Mengerti?'
'Arthur Weasley, terluka, istri dan anak-anak dan Harry Potter akan menginap,'

