Page 525 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 525
'Tunggu dulu, kalian tidak bisa menyerbu St Mungo begitu saja!' kata Sirius.
'Tentu kami bisa pergi ke St Mungo kalau kami mau,' kata Fred, dengan ekspresi
keras kepala. 'Dia ayah kami!'
'Dan bagaimana kalian akan menjelaskan cara kalian tahu bahwa Arthur diserang
bahkan sebelum pihak rumah sakit memberitahu istrinya?'
'Apa pentingnya itu?' kata George penuh semangat.
'Itu penting karena kita tidak ingin menarik perhatian pada kenyataan bahwa
Harry mengalami penglihatan mengenai hal-hal yang terjadi ratusan mil
jauhnya!' kata Sirius dengan marah. 'Tahukah kalian apa yang bisa dibuat
Kementerian Sihir dengan informasi itu?'
Fred dan George kelihatan seakan-akan mereka sama sekali tidak peduli apa
yang bisa dibuat Kementerian dengan apapun juga. Ron masih berwajah kelabu
dan tidak bersuara.
Ginny berkata, 'Orang lain dapat saja memberitahu kami ... kami bisa saja
mendengarnya dari tempat lain selain Harry.'
'Seperti siapa?' kata Sirius tidak sabaran. 'Dengar, ayah kalian terluka ketika
bertugas demi Order. Keadaannya sudah cukup mencurigakan tanpa anak-
anaknya mengetahui kejadian itu beberapa detik setelah terjadinya. Kalian dapat
sungguh-sungguh membahayakan Order.'
'Kami tidak peduli mengenai Order bodoh itu!' teriak Fred.
'Yang sedang kita bicarakan adalah ayah kami yang sedang sekarat!' pekik
George.
'Ayah kalian tahu apa yang dimasukinya dan dia tidak akan berterima kasih
kepada kalian karena mengacaukan hal-hal untuk Order!' kata Sirius, sama
marahnya.
'Beginilah keadaanya -- ada hal-hal yang pantas diperjuangkan hingga mati!'
'Mudah bagimu bicara, diam di sini saja!' teriak Fred. 'Aku tidak melihatmu
meresikokan lehermu!'
Sedikit warna yang tertinggal di wajah Sirius terkuras darinya. Sejenak dia

