Page 526 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 526
Sedikit warna yang tertinggal di wajah Sirius terkuras darinya. Sejenak dia
tampak seolah-olah ingin memukul Fred, tetapi ketika dia berbicara, suaranya
tenang.
'Aku tahu ini sulit, tetapi kita semua harus bertindak seolah-olah kita belum tahu
apa-apa. Kita harus diam di sini, setidaknya sampai kita mendengar kabar dari
ibu kalian, setuju?'
Fred dan George masih tampak memberontak. Namun Ginny mengambil
beberapa langkah ke kursi terdekat dan menghempaskan diri ke atasnya. Harry
melihat kepada Ron, yang membuat gerakan aneh antara mengangguk dan
mengangkat bahu, dan mereka juga duduk. Si kembar membelalak pada Sirius
satu menit lagi, lalu mengambil tempat duduk di kedua sisi Ginny.
'Begitulah yang benar,' kata Sirius membesarkan hati, 'ayolah, mari semua ...
mari semua minum dulu selagi kita menunggu. Accio Butterbeer!'
Dia mengangkat tongkatnya sewaktu berbicara dan setengah lusin botol terbang
menuju mereka dari ruang penyimpanan, meluncur di atas meja,
menghamburkan sisa-sisa makanan Sirius, dan berhenti dengan rapi di depan
mereka berenam. Mereka semua minum, dan selama beberapa waktu satu-
satunya suara yang ada adalah derak api dapur dan hantaman lembut botol-botol
mereka ke meja.
Harry hanya minum agar punya sesuatu untuk dilakukan dengan tangan-
tangannya.
Perutnya penuh dengan rasa bersalah yang panas menggelembung. Mereka tidak
akan berada di sini kalau bukan karena dia; mereka semua pasti sedang tertidur
di tempat tidur. Dan tidaklah baik memberitahu dirinya sendiri bahwa dengan
mengumumkan bahaya dia telah menjamin bahwa Mr Weasley ditemukan,
karena ada juga urusan yang tidak bisa dihindari bahwa dialah yang telah
menyerang Mr Weasley dari awal.
Jangan bodoh, kamu tidak punya taring, dia memberitahu dirinya sendiri,
mencoba untuk tetap tenang, walaupun tangan pada botol Butterbeernya
bergetar, kamu sedang berbaring di tempat tidur, kamu tidak sedang menyerang
siapapun.
Tapi kalau begitu, apa yang baru saja terjadi di kantor Dumbledore? Dia
bertanya pada dirinya sendiri. Aku merasa seolah aku ingin menyerang

