Page 564 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 564
yang permanen, kalian tahu. Tentu saja, dengan jimat dan guna-guna dan
ramuan-ramuan penyembuh yang intensif serta sedikit keberuntungan, kami bisa
menghasilkan sedikit perbaikan. Gilderoy tampaknya mulai kembali pada
dirinya sendiri; dan kami telah melihat perbaikan nyata pada Mr Bode, dia
tampaknya mulai mendapatkan kemampuan berbicafra dengan sangat baik,
walaupun dia belum berbicara dengan bahasa yang kami kenali. Well, aku harus
menyelesaikan pembagian hadiah-hadiah Natal, aku akan meninggalkan kalian
semua untuk berbincang-bincang.'
Harry memandang berkeliling. Bangsal itu memiliki tanda-tanda tak salah lagi
merupakan rumah permanen bagi para penghuninya. Mereka memiliki lebih
banyak barang-barang pribadi di sekitar tempat tidur mereka daripada di bangsal
Mr Weasley; dinding-dinding di sekitar ujung tempat tidur Gilderoy, contohnya,
dilapisi dengan gambar-gambar dirinya sendiri, semuanya tersenyum
memamerkan gigi dan melambai-lambai kepada para pendatang baru itu. Dia
telah menandatangani banyak foto itu untuk dirinya sendiri dalam tulisan tangan
kekanak-kanakan yang terputus-putus. Saat dia telah ditempatkan ke kursinya
oleh si Penyembuh, Gilderoy menarik setumpuk baru foto kepada dirinya
sendiri, meraih sebuah pena bulu dan mulai menandatangani mereka semua
dengan tergesa-gesa.
'Kau bisa meletakkannya ke dalam amplop-amplop,' dia berkata kepada Ginny,
sambil melemparkan gambar-gambar bertanda tangan itu ke pangkuannya satu
per satu setelah dia selesai. 'Aku tidak terlupakan, kalian tahu, tidak, aku masih
menerima banyak surat penggemar ... Gladys Gudgeon menulis surat tiap
minggu ... Aku hanya berharap aku tahu kenapa.' Dia berhenti sejenak, tampak
agak bingung, lalu tersenyum lagi dan kembali menandatangani dengan tenaga
baru. 'Kurasa cuma ketampananku ...'
Seeorang penyihir pria berkulit pucat dan tampak murung yang berbaring di
tempat tidur di seberang sedang menatap langit-langit; dia sedang berkomat-
kamit pada dirinya sendiri dan tampak tidak sadar akan apapun di sekitarnya.
Dua ranjang berikutnya adalah seorang wanita yang seluruh kepalanya tertutup
bulu; Harry ingat sesuatu yang serupa terjadi pada Hermione di tahun kedua
mereka, walaupun untungnya kerusakan itu, dalam kasusnya, tidak permanen. Di
ujung terjauh bangsal itu tirai-tirai berbunga-bunga telah ditarik mengelilingi
dua ranjang untuk memberi para penghuninya dan pengunjung-pengunjung
mereka sedikit privasi.
'Ini dia, Agnes,' kata si Penyembuh dengan ceria kepada wanita berwajah
berbulu itu, sambil menyerahkan kepadanya setumpuk kecil hadiah Natal. 'Lihat,

