Page 659 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 659
'Tidak mungkin,' kata Ron, yang sedang makan sepiring besar telur dan daging
asin. 'Dia tidak bisa lebih buruk daripada yang sudah-sudah.'
'Kau camkan kata-kataku, dia akan mau balas dendam pada Dumbledore karena
menunjuk seorang guru baru tanpa berunding dengannya,' kata Hermione sambil
menutup surat kabarnya. 'Terutama setengah manusia lagi. Kau lihat tampang di
wajahnya ketika dia melihat Firenze.'
Setelah makan pagi Hermione berangkat ke kelas Arithmancy-nya sementara
Harry dan Ron mengikuti Parvati dan Lavender ke Aula Depan, menuju
Ramalan.
'Apa kita tidak akan naik ke Menara Utara?' tanya Ron, tampak bingung, selagi
Parcati melewati tangga pualam.
Parvati memandangnya dengan menghina lewat bahunya.
'Bagaimana kau mengharapkan Firenze menaiki tangga itu? Kita di ruang kelas
sebelas sekarang, ada di papan pengumuman kemarin.'
Ruang kelas sebelas ada di lantai dasar di koridor yang berawal dari Aula Depan
pada sisi di seberang Aula Besar. Harry tahu itu salah satu dari ruang-ruang
kelas yang tidak pernah digunakan secara teratur, dan karena itu memiliki rasa
sedikit tak terpelihara dari sebuah lemari atau ruang penyimpanan. Ketika dia
memasukinya di belakang Ron, dan mendapati dirinya berada di tengah sebuah
tanah terbuka di tengah hutan, dia tertegun sejenak.
'Apa --?'
Lantai ruang kelas itu telah menjadi berlumut seperti musim semi dan pohon-
pohon tumbuh di atasnya; ranting-ranting berdaunnya berkibasan di langit-langit
dan jendela-jendela, sehingga ruangan itu penuh dengan berkas-berkas miring
cahaya hijau lembut berbayang-bayang. Murid-murid yang sudah tiba sedang
duduk di lantai bertanah dengan punggung mereka bersandar pada batang pohon
atau batu besar, lengan-lengan dibelitkan sekitar lutut mereka atau dilipat rapat
di dada mereka, dan semuanya terlihat agak gugup. Di tengah-tengah tempat
terbuka itu, di mana tidak ada pohon, berdiri Firenze.
'Harry Potter,' dia berkata sambil mengulurkan sebuah tangan ketika Harry
masuk.

