Page 827 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 827
kepalanya beberapa inci, Harry melihat bahwa Umbridge telah dicengkeram dari
belakang oleh Bane dan diangkat tinggi-tinggi ke udara, menggeliat dan menjerit
ketakutan.
Tongkatnya jatuh dari tangannya ke tanah, dan jantung Harry terlompat. Kalau
saja dia bisa meraihnya --
Tetapi ketika dia mengulurkan sebelah tangan ke arahnya, sebuah kuku centaur
turun ke tongkat itu dan mematahkannya menjadi dua.
'Sekarang!' raung sebuah suara di telinga Harry dan sebuah lengan berbulu lebat
turun dari udara kosong dan menyeretnya ke atas. Hermione juga telah ditarik
bangkit. Melewati punggung dan kepala para centaur yang berwarna-warni,
Harry melihat Umbridge dibawa pergi melewati pepohonan oleh Bane. Sambil
menjerit tanpa henti, suaranya semakin redup sampai mereka tak lagi bisa
mendengarnya melebihi derap langkah kuku-kuku di sekitar mereka.
'Dan ini?' kata centaur kelabu berwajah keras yang sedang memegang Hermione.
'Mereka masih kecil,' kata sebuah suara lambat-lambat dan muram dari belakang
Harry. 'Kita tidak menyerang anak-anak.'
'Mereka membawa dia ke sini, Ronan,' balas centaur yang memegang Harry
begitu erat. 'Dan mereka tidak begitu kecil ... dia hampir mencapai kedewasaan,
yang satu ini.'
Dia menggoyangkan Harry pada leher jubahnya.
'Tolong,' kata Hermione terengah-engah, 'tolong, jangan serang kami, kami tidak
berpikiran sepertinya, kami bukan pegawai Kementerian Sihir! Kami cuma
datang ke sini karena kami berharap kalian akan menyingkirkan dia dari kami.'
Harry tahu seketika, dari tampang di wajah centaur kelabu yang memegang
Hermione, bahwa dia telah membuat kesalahan besar dengan mengatakan ini.
Centaur kelabu itu menggoyangkan kepalanya ke belakang, kaki belakangnya
menyentak dengan marah, dan berteriak, 'Kau lihat, Ronan? Mereka sudah
punya keangkuhan kaum mereka! Jadi kami harus melakukan pekerjaan kotor
kalian, bukan, gadis manusia? Kami harus bertindak sebagai pelayan kalian,
mengenyahkan musuh-musuh kalian seperti anjing setia?'
'Tidak!' kata Hermione dengan cicit ketakutan. 'Tolong -- aku tidak bermaksud

