Page 126 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 126

IntelIgensI embun PagI

           bagi tubuhnya yang sensitif terhadap kafein. Beberapa teguk

           air putih akan memulihkan hidrasinya dan mudah-mudahan
           mengenyahkan peningnya.







           Kelopak  mata  Alfa  perlahan  membuka.  Jalan  tol  memasuki
           Bandung sudah terlihat ujungnya. Ia menoleh ke samping
           dan mendapatkan Kell sedang menungguinya sambil melipat
           tangan di dada.

              “Kena macet di Asko?” tanya Kell.
              Alfa tergeragap. Rasanya ia baru saja terbangun dari mimpi
           buruk  yang  merampas  tenaga  dan  kata-kata. “A—aku  tidak
           berhasil masuk. Seperti terblokir. Bolak-balik aku terlempar

           lagi ke Antarabhava.  Tulpa-ku bilang, eh, sori,  tulpa  itu
           adalah….”
              “Please, don’t insult me. Aku tahu itu apa. I’m an Infiltrant,
           for crying out loud.”
              Yang sama sekali tidak meyakinkan, sambung Alfa dalam

           hati. “Tulpa-ku bilang ada Sarvara yang mencoba masuk.”
              “This can’t be good,” gumam Kell. “Ponselmu aktif?”
              Alfa mengangguk.
              “Akan ada alamat terkirim sebentar lagi. Nggak usah kamu

           balas karena itu nomor acak yang tidak terdaftar dan tidak
           terlacak. Begitu pesannya masuk, langsung kamu hapus saja.”



                                                                 111
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131