Page 129 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 129

Keping 53


             Orang itu langsung berteriak kencang-kencang, “Ada yang
           namanya Budi? BUDI?”
             Pengunjung lain menoleh sebentar, lalu melanjutkan lagi

           kegiatan mereka.
             “Pakai ‘O’, Mas,” Alfa meralat.
             “Ada  yang namanya Obudi? OBUDI?” Pemuda  itu lalu
           berhenti. “Maksudnya Om Budi atau gimana?”
             “BO-DHI,” Alfa mengeja, “Bodhi Liong. Kenal, Mas?”
             “Kerja di sini apa gimana?”
             “Mas kerja di sini?” Alfa bertanya balik.
             “Nggak. Saya lagi main  game. Ini lagi mau taruh uang
           untuk teh botol.” Pemuda itu meletakkan beberapa lembar

           ribuan di meja.
             “Yang jaganya nggak ada, Mas?”
             “Lagi pergi semua kayaknya. Sebentar. MAS  YONO!”
           Pemuda itu berteriak lagi. Terdengar ada yang menyahut dari
           luar. “Tanya Mas Yono saja. Itu, yang jual nasi goreng. Dia
           kenal semua yang kerja di sini.”
             Alfa melihat ke luar. Di balik gerobak yang tampaknya
           terparkir permanen di halaman samping, seorang laki-laki
           sibuk mengoseng-oseng.  Terdengar semarak bunyi sudip
           logam beradu dengan wajan panas.
             Alfa pergi menghampiri.  “Permisi Mas  Yono, ada yang
           namanya Bodhi Liong kerja di sini?“

             “Yang kerja di sini cuma Mas Mpret, Mas Kewoy, Mas
           Mi’un, dan Mbak Etra. Mereka lagi nggak ada semua,” jawab
           Yono.


           114
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134