Page 124 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 124

IntelIgensI embun PagI

              “Proyek di Indonesia? Paul, aku nggak yakin bisa bantu.

           Walaupun aku di sini, aku masih terikat urusan lain….”
              “It’s not a project. It’s personal.”
              Gio terdiam. Dalam sejarah pertemanan mereka, baru kali
           inilah Paul menyinggung urusan personal.

              “Aku kenal cukup banyak orang Indonesia, Gio. Tapi, untuk
           yang satu ini, aku tidak bisa minta tolong siapa pun lagi selain
           kamu. Makanya, waktu aku tahu kamu ternyata lagi di Jakarta,
           aku merasa sangat beruntung.”
              “Apa yang bisa kubantu?”
              “Aku cuma mau mengecek keadaan seorang teman. Dia lagi

           di Indonesia. Di Kota Bogor. Nggak jauh dari Jakarta, kan?”
              “Maksudmu  ‘mengecek’? Kamu perlu aku melihat
           kondisinya? Dia sakit?”
              “She’s not sick. She’s just been through a tough time.”

              “Do you really think it’s a good idea? Dia nggak kenal aku,
           kan? Nggak sebaiknya kamu telepon langsung saja?”
              “Kalau aku telepon, aku sudah tahu dia bakal jawab apa.
           Dia bakal bilang dia baik-baik saja. But I need to make sure she
           really is. That’s why I need your help.”

              “She must be someone important.”
              “She is.”
              “Girlfriend?”
              “No, nothing like that,” jawab Paul cepat. “She’s just a friend.

           A very dear one. Um, we’re very close.”



                                                                 109
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129