Page 122 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 122

IntelIgensI embun PagI

              Terdengar dering ponsel. Gio lama tak bereaksi karena
           mengira itu datang dari ponsel sopir taksi. Setelah kebisingan

           itu makin mengganggu, barulah ia sadar bahwa telepon
           miliknyalah yang berbunyi dari tadi. Gio berdecak. Saking
           jarangnya menggunakan ponsel, ia bahkan tak hafal bunyi
           deringannya sendiri.
              Tak ada nomor yang terbaca. Gio cepat menekan tombol

           bicara. Ia yakin itu sambungan dari luar negeri. Chaska. Luca.
           Atau Amaru.
              “Hola?”
              “We say ‘hello’ here in London, but ‘hola’ sounds nicer. How are
           you, chap?”
              Gio tersenyum lebar ketika mengenali suara peneleponnya.
           “Paul? Is that really you, mate?”
              “The one and only.”

              “Ini  kejutan  yang  sangat,  sangat  menyenangkan.  Lama
           sekali kita nggak ketemu. Kabarku baik. Kabarmu gimana? Oh
           ya, apa kabar partnermu—Zach?”
              “You make it sounds like we’re a couple.”  Terdengar Paul
           tergelak.

              “Well, aren’t you?” Gio ikut tertawa. Frekuensi komunikasi
           dan pertemuannya dengan Paul Daly terbilang minim, tapi jarak
           langsung meluruh setiap kali mereka bicara. Paul adalah salah
           seorang teman lama yang ia kenal ketika Gio baru mengawali
           karier di Sobek International. Mereka pernah bersama dalam
           sebuah ekspedisi ke Patagonia. Saat itu Paul sudah jauh lebih



                                                                 107
   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127