Page 134 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 134

IntelIgensI embun PagI

              “Hai, Tra.”

              Sapaan Bodhi hanya dibalas oleh senyum samar. Elektra
           membuang pandangannya ke arah lain.
              “Sudah baikan?” Bodhi masih berupaya untuk membuat
           percakapan.

              Elektra  membunyikan  desahan  panjang,  kemudian
           menggeleng pelan. Arah matanya tetap menghindari Bodhi.
              “Sebentar, ya. Ibu tinggal dulu ke dapur.” Sati mengusap
           rambut Elektra. “Kamu istirahat lagi saja.”
              “Terima kasih, Bu,” ucap Elektra, lalu segera membalikkan
           badannya.

              Sambil  membawa  baki,  dengan  bahasa  tubuhnya,  Sati
           memberi kode kepada Bodhi untuk ikut keluar kamar.
              Setibanya di dapur, Bodhi segera melampiaskan rasa ingin
           tahunya. “Sudah ketahuan Elektra kenapa, Bu? Demam, atau

           cuma lemas? Apa nggak sebaiknya kita bawa ke dokter? Atau
           ke UGD?”
              Sati menggeleng. “Sakitnya bukan sakit fisik.” Ia mengamati
           Bodhi sejenak. “Kamu merasa bersalah? Saya bisa ngerti.”
              Bodhi terdiam. Usulannya memang lebih disponsori

           keputusasaan ketimbang kekhawatiran kalau Elektra betulan
           sakit fisik. Bodhi pun tahu bukan itu penyebabnya.
              “Ada sesuatu yang kamu bawa, yang tidak beresonansi
           dengan Elektra. Sesuatu itu bisa datang dari dalam, atau bisa

           juga benda yang kamu punya.”



                                                                 119
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139