Page 17 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 17

Keping 45


             Seorang curandero akan menemukan Anda. Demikian pesan
           pria misterius bernama Amaru yang menemuinya beberapa
           hari lalu di Cusco. Entah berapa banyak orang bergelar

           maestro curandero tersebar di daerah situs Inca ini, dari yang
           tulen hingga gadungan.  Wisata spiritual adalah primadona
           di Lembah Suci Urubamba dan merupakan lahan produktif
           bagi para maestro curandero yang bertugas menjadi pemandu
           ke alam roh. Tidak sedikit pun Gio pernah tertarik. Tidak juga
           hari ini. Ia datang hanya untuk menguji pesan dari Amaru.
             Di mulut terminal, Gio mengencangkan tali ranselnya sambil
           menengok ke arah langit. Gerimis tipis mengecupi wajahnya.
           Awan seolah bergegas turun, menelan rakus pegunungan dan
           lembah, termasuk tempatnya berdiri. Mendung mengepung
           Gio dari segala penjuru. Dalam hatinya, sangsi bertumbuh dan
           membesar.
                            1
             “Chawpi Tuta.”
             Perhatian Gio langsung mendarat. Panggilan itu terlalu
           spesifik untuk diabaikan. Suara itu terlalu akrab untuk ia
           lewatkan.
             Dari lalu-lalang manusia yang bergerak menyibak kabut,
           seseorang menyeruak ke hadapannya. Perempuan bertubuh
           pendek dengan siluet lebar. Perempuan itu lalu mencopot topi
           sombrero cokelat yang menutupi rambut hitam berkepang dan
           sebagian wajahnya. Napas Gio tertahan. “Mama?” desisnya.
             Chaska Pumachua, perempuan Quechua yang sudah
           dianggapnya ibu sendiri, berdiri di hadapannya seperti ajudan

           1   Kabut Tengah Malam (bahasa Quechua).


           2
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22