Page 19 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 19

Keping 45


           roda itu melaju di atas jalanan berkelok yang mendaki
           perbukitan ke arah reruntuhan Pisaq, bagian dari rangkaian

           situs Inca Citadel, jauh meninggalkan pusat kota.
             Chaska mengemudi dengan tenang dan terampil menembus
           kabut. Gio selalu merasa Chaska adalah pengemudi mobil
           yang jauh lebih baik daripadanya dan Paulo. Namun, hatinya
           tetap tidak tenang. “Ke mana kita sebenarnya? Daerah situs

           sudah tidak bisa dimasuki lagi jam segini.”
             “Kita tidak masuk. Dia yang keluar dari sana. Kita cuma
           menjemput.”
             “Bagaimana Mama tahu aku berangkat ke Pisaq? Tahu dari
           mana jadwal busku?”
             “Amaru.”
             Jawaban Chaska semakin membingungkan Gio. Sejak
           kunjungan Amaru di Cusco, Gio dan Amaru belum pernah

           bertemu lagi. Gio bahkan tidak memberi tahu siapa pun
           mengenai detail perjalanannya ke Urubamba, termasuk kepada
           Paulo yang memang sedang tidak di rumah saat ia berangkat.
             “Sejak hari apa Mama di Peru?”
             “Kemarin.”

             “Paulo tahu?”
             “Tidak.”
             “Paulo kenal Amaru?”
             Chaska melepaskan pandangannya dari jalan, sejenak
           menatap Gio. Muka iba itu muncul lagi. “Belum,” jawabnya
           lembut, “belum saatnya.”



           4
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24