Page 21 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 21
Keping 45
Gio membuang pandangannya ke jendela mobil sambil
2
melepas napas panjang. “Usted me hizo perder, Mama. Sori, itu
semua terlalu aneh.”
“Semua juga bilang begitu awalnya. Akhirnya, mereka akan
mengerti. Nanti kamu juga sama,” balas Chaska.
Mobil mereka memasuki tempat parkir yang lengang di
Qantus Raccay, titik terakhir untuk kendaraan beroda sekaligus
awal dari jalan setapak menuruni kompleks masif reruntuhan
peninggalan Inca yang menyerupai kota kecil; meliputi kuil,
makam, terasering, hingga reruntuhan perumahan.
Dingin mencengkeram begitu mereka melangkah keluar.
Gerakan udara bersama gerimis meniupkan sekaligus
meruapkan aroma rumput basah.
“Curandero ini, siapa dia?” Gio meneruskan upayanya
mengorek Chaska.
“Orang paling berpengalaman yang kutahu. Dia mengenal
dunia spirit sebaik aku mengenal kebun jagungku. Tenang
saja, Anakku. Amaru tidak mungkin mengatur dengan
sembarang,” kata Chaska sambil merapatkan mantelnya. “Dia
mungkin masih berjalan balik dari Intihuanta. Kita tunggu
sebentar.”
Gio mendengus. Intihuanta, situs yang diyakini sebagai
pusat tempat ritual dan observasi bintang peninggalan Inca,
terletak cukup jauh di bawah. Dengan undakan batu yang
curam, berjalan dalam kondisi gelap sama saja mencari celaka.
2 Aku tidak mengerti (bahasa Spanyol).
6

