Page 18 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 18

IntelIgensI embun PagI

           yang siap menjemput. Tidak ada pelukan menghambur yang
           biasanya terjadi setiap kali mereka bertemu. Chaska hanya
           tersenyum kaku, sebelah tangan memegang sombrero, sementara

           sebelah lagi tersimpan di dalam kantong mantel, memandang
           kasihan seperti menyesali dosa yang Gio tak pernah tahu.
              Rangkaian pertanyaan dan kecurigaan sambung-
           menyambung di kepala Gio. Chaska tinggal di Vallegrande,
           Bolivia.  Sementara,  putra  tunggal  Chaska,  Paulo,  tinggal  di
           Cusco bersama Gio.  Bagaimana mungkin Chaska tahu-tahu
           muncul di Peru tanpa memberi kabar sebelumnya kepada Paulo?
           Kepadaku?
              “Aku harus membawamu menemui seseorang,” kata

           Chaska.
              Gio  bergeming  di  tempatnya  berdiri.  “Apa  hubungan
           Mama dengan Amaru? Kalian saling kenal?”
              “Kuceritakan di jalan. Mari.” Satu tangan Chaska menjulur
           meraih lengan Gio. Senyum hangat terbit di wajahnya.
           “Cuaca  ini tidak  mengizinkan  kita  berlama-lama,  Chawpi
           Tuta. Perjalanan masih panjang. Seorang  curandero  sudah
           menunggumu.”
              Gio merasa tak punya pilihan lain. Pesan dari Amaru masih
           perlu diuji.







           Kertuk kerakal yang tergilas ban terdengar dari lantai mobil
           yang berguncang. Jip putih dengan tenaga penggerak empat


                                                                   3
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23