Page 22 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 22

IntelIgensI embun PagI

           “Tidak mungkin masih ada orang di situ dalam cuaca begini.
           Semua pengunjung pasti sudah disuruh keluar dari tadi.”
              “Bagi orang-orang seperti dia, segalanya mungkin.” Chaska

           mendongak.
              Gio mengikuti arah mata Chaska dan mendapati kabut
           berangsur menipis. Gerimis menyusut dan akhirnya berhenti
           sama sekali.
              Dari kejauhan, sebuah alunan musik turut diembuskan
           semilir angin.  Tiupan seruling. Meliuk lincah dan merdu
           menembus dinginnya petang di puncak bukit. Bunyi itu
           terdengar mendekat. Dan, begitu saja, tiupan itu terputus.
           Berganti dengan suara langkah kaki yang menapaki batu.

           Siluet seorang pria mendekat ke arah mereka.
              “Chaska.” Suara itu ringan dan cerah.
              Pria itu menyalahi semua ekspektasi Gio terhadap seorang
           maestro curandero. Curandero,  atau syaman penyembuh,
           kebanyakan adalah pria tradisional dengan usia matang, yang
           secara tipikal  akan berpakaian serbaputih berhias  poncho,
           kepala ditutup chullos, membawa kantong chuspas berisi daun
           koka. Berselempang tas kain di bahu, orang ini tampak sebaya
           dengannya. Kerah kaus oblong hijau muncul dari balik jaket
           motif alpaka generik yang seperti baru saja disambar dari toko
           suvenir. Kakinya dibalut celana kargo yang menggantung di
           atas mata kaki, memperlihatkan kaki kurus beralaskan sandal

           gunung. Garis rahangnya ditumbuhi janggut pendek dan
           rambut cokelatnya yang lewat dari bahu dikucir asal-asalan.
           Orang paling rabun pun bisa melihat jelas bahwa ia bukan


                                                                   7
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27