Page 23 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 23

Keping 45


           orang Amerika Selatan. Ia seperti turis Kuta tersasar di
           tanah Inca. Sebelah tangannya menggenggam suling bambu.
           Sebelahnya lagi menjulur, bersiap menjabat tangan Gio.
             “You’re Midnight Mist? I’m Smoking Sun. ‘Ssup?”
             Logat itu logat peselancar California. Lengkap sudah, pikir
           Gio.
             Melihat jabat tangannya tidak disambut, pria itu
           mengangkat bahu. “Fine. Call me Luca.”
             Gio berbalik dan bertanya kepada Chaska,  “Qué es esta
           broma?”  3
             “It’s no joke, dude. I’m the guy,” sahut Luca.
             “No offense. But, I know a real curandero when I see one, and
           you’re not….” Kalimat Gio terhenti. Ia meringis menahan sakit
           yang menusuk kepalanya.
             “See? Belum semenit kita bertemu, aliran datamu langsung
           aktif. I rest my case, Amigo.” Sembari mengibaskan-ngibaskan
           sulingnya ke langit seperti menghalau serangga yang tak
           kelihatan, Luca berjalan ke mobil. “Konstelasi malam ini luar
           biasa. Harus kita manfaatkan untuk membangunkan manusia-
           manusia pelupa.”
             Gio mengurut pelipis kanannya. Saking nyerinya, matanya
           sulit membuka penuh. Meski demikian, ia masih bisa melihat
           hamparan langit luas yang kini jernih, berbintang, dan
           berhiaskan bulan lewat paruh. Gerimis pupus sudah.
             Chaska menepuk bahu Gio.  “Konon, semua Peretas
           mengalaminya. Semakin cepat kamu menerima, semakin
           cepat sakit itu hilang.”

           3   Lelucon apa ini? (bahasa Spanyol).


           8
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28