Page 275 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 275
Keping 64
“Dan, kalian sungguhan masih bisa minum teh?” tanya
Alfa.
“Badan kami bisa sepenuhnya berfungsi seperti manusia
biasa. Tujuan punya tubuh ini adalah penyamaran. Karena itu,
aku tidak sepaham dengan Kalden dan Liong.”
“Tinggal di badan daging, ya, jadinya punya keinginan
daging. Hukum alam.” Kas terkekeh sambil menyalakan
sebatang kretek. “Jadi, ngapain dilawan?”
“Merokok dan minum alkohol nggak berefek apa-apa pada
kalian? Serius?”
“Ada efeknya. Bukan kanker paru-paru, tapi.” Kas
tersenyum sambil mengisap rokoknya dalam-dalam. “Kan,
semuanya seolah-olah. Jadi, sakitnya juga seolah-olah.”
“Karma is a bitch,” cetus Kell. “Bermain-main di dimensi
ini? Tidak ada satu pun yang lolos dari hukum karma. Ibarat
kita pendatang yang harus ikut aturan lokal. Untuk makhluk
impor seperti kami, karma berarti komplikasi. Implikasinya
tidak selalu sampai level fisik. Yang jelas, mempersulit langkah.
Menambah rumit perhitungan dan strategi kami. Sekarang
kamu ngerti kenapa Kalden menyendiri di gunung, kan?”
“Sementara kelakuanmu kayak turis haus hiburan.” Alfa
menggelengkan kepala sambil berdecak. “No wonder Liong is
so pissed.”
“He, urusan strategi itu urusan mereka. And they’re so good at
it. Biar saja mereka bekerja. They’re grumpy, but they’re actually
having fun doing what they do. So am I.”
260

