Page 276 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 276

IntelIgensI embun PagI

              “Jadi, tubuhku seratus persen asli Bumi?” Alfa mencocok
           daging tangannya sendiri.

              Kell melirik Kas. “Hmmm. Sebetulnya, yang sekarang bikin
           Bodhi masih bengong adalah….”
              “Kalian itu blasteran,” potong Kas.
              “Sebagian impor, sebagian lokal,” tambah Kell.
                                                           18
              Alfa menahan tawa. “Aku masih punya tarombo  bapak-
           ibuku sampai ke keturunan Sagala dan Gultom yang pertama.
           Kalian tidak bisa main-main dengan silsilah orang Batak.”
              “Peretas bisa lahir dari keluarga mana saja, Alfa. Bibit impor
           kalian tertanam seperti bom waktu. Badanmu ditumpangi dari
           sejak pembuahan terjadi….”
              “Damn it, Kell, you give me visuals!” sentak Alfa.
              “Begitu bibit impornya ketowel, nah, mulai. Dia baru
           bangun pelan-pelan,” Kas melanjutkan.

              “Ingatanmu berintegrasi dengan fisikmu, dan akhirnya
           muncul pola-pola yang mirip dengan kami. Itu yang dilihat
           Bodhi,” ujar Kell.
              “Bagaimana bibit—whatever  that  is—bisa membajak
           embrio?” tanya Alfa.

              “Karma is one hell of a bitch.” Kell tersenyum lagi. “Ketika
           kamu lepas dari tubuh, bergabung lagi dengan kami, maka
           kita bisa sama-sama melihat peta besar. Rimba raya bernama
           samsara. Para Peretas akan mencari pola karmik yang paling
           sesuai dengan kondisi dan tujuan mereka; setiap gugus,

           18   Garis keturunan (bahasa Batak).


                                                                 261
   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280   281