Page 271 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 271
Keping 63
Kas terkikik geli melihat muka kedua pemuda itu
mengencang hingga bertonjolan urat tanpa hasil apa-apa.
Kell geleng-geleng. “Alfa, Bodhi, nggak usah buang-buang
tenaga. Kas, you’re mean.”
Alfa menatap Kas dengan dongkol. Ia menduga ini bukan
kali pertama Kas terhibur melihat pemandangan serupa.
Bodhi tampak masih penasaran. Ia berjongkok mengamati
bongkahan batu yang barusan berusaha diangkatnya. Matanya
mengerjap, mencoba menangkap sesuatu, dan kemudian
terperenyak ketika pikirannya tersangkut pada sebuah
kesimpulan. “Nggak mungkin…,” gumamnya.
“Kamu lihat apa, sih?” Alfa ikut berjongkok di sebelah
Bodhi.
“Walah. Kebangetan lucunya ini bocah-bocah,” kata Kas di
sela-sela tawanya.
“Ini makhluk hidup, Alfa.” Bodhi tergagap.
“Oke. Sebentar.” Alfa bangkit berdiri, tangan terlipat
di dada, berusaha mengonsolidasikan apa yang terjadi di
sekitarnya saat ini. Antara rumah joglo yang dibangun di
lambung bukit dengan pembangkit listrik misterius, Bodhi
yang terbengong-bengong di hadapan batu sungai, Kas yang
cekikikan, dan Kell yang menatap kasihan. “Are we in some kind
of a twilight zone, Kell? Help me out here.”
“Justru inilah kondisi yang paling mendekati rumah, Alfa.
Rumah kita yang sebenarnya,” jawab Kell.
“Rumah ajaib yang dihuni cowok-cowok aneh?”
256

