Page 278 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 278

IntelIgensI embun PagI

              Alfa sontak bangkit duduk. Butuh beberapa saat sebelum
           Alfa  menyadari  di  mana  dirinya  berada,  menyadari  lembar

           tipis kasur kapuk yang menopang tubuhnya, menyadari kasur
           kosong di sebelahnya.  Bodhi. Rumah suaka.  Otaknya mulai
           mengabsen realitas.
              Ketika ia berdiri, Alfa menyadari satu hal lagi. Segala nyeri
           lenyap.  Tubuhnya bugar  seakan baru  dipompakan oksigen.

           Otot-ototnya ringan seperti baru diurut pemijat terbaik dunia.
              Alfa melangkah ke teras. Bukit rumput, selimut tipis
           kabut,  dan bagaimana  sinar matahari menimpa  benda-
           benda di sekitarnya, membuat Alfa sejenak terpana. Matanya
           menangkap  warna-warna yang luar biasa. Dunia seolah
           terlahir  kembali. Namun, ada rongga dalam batinnya yang
           tak ikut terbarui. Sebagian dirinya yang ikut runtuh bersama
           Antarabhava.

              Di teras, Bodhi memunggungi Alfa dalam posisi bersila.
           Terpukau akan hal yang berbeda. Sejak berada di rumah suaka,
           daya tangkap Bodhi berubah drastis. Di hadapannya seolah
           tersedia meja hidangan dengan berbagai macam jenis makanan.
           Begitu Bodhi fokus pada satu jenis maka jenis lain hilang dari

           pemandangan. “Hidangan” yang dilihatnya tak lebih dari garis
           cahaya dengan berbagai macam karakteristik. Aura memiliki
           karakteristik lembut dengan perbedaan warna yang distingtif.
           Jalur meridian warnanya putih dengan karakteristik tajam,
           dibedakan hanya lewat gradasi lumen. Meridian makhluk
           hidup dan meridian Bumi punya karakter berbeda. Dan, masih



                                                                 263
   273   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283