Page 281 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 281

Keping 64


             “Liong sendiri yang bilang, kita hampir pasti gagal. Mereka,
           makhluk-makhluk imortal itu, bahkan masih menunggu yang
           namanya ‘keajaiban’. Are you seriously buying that bullshit?”

             Kali ini, Bodhi bangkit mengadang Alfa. “Sebelas tahun
           hidup abnormal, katamu. Apa artinya menunggu beberapa
           hari lagi?”
             “Dua puluh empat jam. Kalau sampai dua puluh empat jam
           para Infiltran itu tidak muncul dengan rencana apa-apa, aku
           cabut.” Alfa meninggalkan Bodhi, masuk kembali ke rumah.
           Rencana terdekatnya adalah ke dapur Kas untuk membuat
           segelas teh.
             Semua terjadi begitu cepat selama dua hari terakhir,

           Alfa tidak punya kesempatan untuk menyelisik apa yang
           terjadi  dalam batinnya. Percakapan singkat dengan Bodhi
           memberikan penerangan atas dua hal. Kekecewaan dan patah
           hati. Bahkan, rumah suaka dengan batu-batu pemasok energi
           tidak dapat memulihkan itu.
             “Sial,”  desis  Alfa.  Di dapur  Kas  tidak  ada kompor  yang
           terlihat selain lempengan batu sebesar piring. Alfa bisa menduga
           bahwa benda itulah yang dipakai oleh Kas untuk memasak,
           tapi ia tidak terbayang sama sekali cara menggunakannya.
           Pakai doa?
             Tiga hal yang kini harus Alfa hadapi. Kecewa, patah hati,
           dan lapar.









           266
   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285   286