Page 30 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 30
IntelIgensI embun PagI
Luca lalu menyebar acak piramida-piramida kecil itu di
permukaan meja, kemudian mengacungkan tongkat sebesar
korek api yang terbuat dari bahan metal serupa. Ia memukul
salah satu puncak piramida dengan tongkat mungilnya.
Terdengar bunyi denting bernada tinggi yang menyisakan
dengung panjang. “Dengar?” katanya. “Semua piramida yang
lain ikut bervibrasi. Mendengungkan nada yang sama.” Ia
menatap Gio dalam-dalam. “Di mana pun di dunia, sejauh
apa pun, semua gugus ini bisa dihubungkan oleh satu getaran.
Satu komando. Kita semua, termasuk kamu, sedang menunggu
hadirnya getaran itu.”
Gio berdeham pendek, memecah adu matanya dengan
Luca yang terasa terlalu intens. “That was an interesting junior
school science project, Luca. Apa hubungannya dengan aku?”
“Sudah kuduga kamu nggak bakal siap,” ujar Luca ringan,
“but, hey, we’re just here to grant your wish. And your wish is our
command.”
“Aku tidak pernah minta semua ini.”
“Kamu pikir kamu tidak minta semua ini,” bantah Luca.
“Kami semua hadir di sini karena permintaanmu. Permintaan
yang kamu sudah lupakan dengan sengaja.”
“This is the best prank ever.” Rahang Gio mengencang.
“I know, right? The best prank in the universe! Yang bikin
kita semua jadi repot!” Luca malah tergelak. “Ada pertanyaan
sebelum kita mulai?”
15

