Page 33 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 33

Keping 45


           Minuman itu seperti ingin berontak keluar dari tubuhnya. Gio
           ingin mengalihkan perhatian sebisanya.
             “Kenapa tidak?” Luca balik bertanya, dalam bahasa

           Indonesia.  “Lumba-lumba sekalipun bisa cerita masalahnya
           kepadaku dan aku bisa paham.”
             Gio menggelengkan kepala kuat-kuat. Cairan Ayahuasca
           melonjak di tenggorokannya, hampir saja menyembur kembali
           ke mulut. Menggunakan variasi bahasa sebagai senjata, Luca
           tampak sengaja ingin mengacaukan otaknya. Malam itu segala
           sesuatu seperti berkonspirasi untuk membuat dirinya gila.
             Dari tas kainnya, Luca mengeluarkan pipa kayu berhiaskan
           ukiran totem yang digantungi beberapa bulu elang. Tak lama,
           tercium bau tembakau. Luca mengepulkan asap dari pipanya
           dan menyemburkannya ke tubuh Gio, ke dirinya sendiri, lalu
           menyusul ke Chaska dan Ozcar.

             Gio terbatuk-batuk. Asap itu sama sekali tidak membantu
           upayanya berdamai dengan Ayahuasca di lambung.
             “Sorry, dude. Cleaning service,” cetus Luca.  “Aku  harus
           membersihkan kalian dan ruangan ini.”
             “Omong kosong soal imortalitas ini,” ucap Gio di sela batuk,
           “kalau kamu tidak pernah dilahirkan, lalu dari mana kamu bisa
           mendapatkan tubuhmu? Kamu dibesarkan di laboratorium?”
             “Cute.”  Luca tersenyum. Ia mendekatkan mulutnya ke
           kuping Gio. “Ada alasannya kenapa pihak musuh menyebut
           kami Infiltran. Kami bisa menyusup sempurna di antara kalian
           sampai-sampai merekalah yang akhirnya malah belajar dari
           kami.”



           18
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38