Page 25 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 25

Keping 45


           Keluargaku, nenek moyangku, adalah salah satu dari segelintir
           Umbra di dunia.”
             “Kenapa harus lisan? Bukannya itu cara yang paling

           berisiko?”
             “Setelah melihat bagaimana cara kerja Amaru dan Luca,
           setelah aku mengerti apa yang mereka perjuangkan, aku
           jadi paham. Bagaimana mungkin kita bisa menulis di atas
           air? Buang-buang tenaga.” Chaska menyalakan senternya.
           “Manusia itu makhluk darat, tapi pikirannya macam air.
           Bergoyang sebentar, lalu rata seperti tak terjadi apa-apa.”
             “Aku tidak sepaham,” cetus Gio. Senternya ikut menyala.
                                      4
           “Scripta manent, verba volant,”  bisiknya sendirian.
             Chaska mengunci mobil, lalu berjalan memasuki setapak.
           Gio mengikuti Chaska beberapa langkah di belakang.
             “Luca. Aku tidak percaya dia curandero,” celetuk Gio.
             Langkah Chaska melambat. “Luca memang bukan sekadar
           curandero, dia juga seorang vegetalista. Bekerja dengan banyak
           tanaman sekaligus. Itu keahliannya.”
             “Dia sama sekali tidak kelihatan ahli.”
             Chaska memutar punggungnya.  “Kamu mengharapkan
           seorang maestro curandero keturunan Chayahuita yang datang
           menemuimu jauh-jauh dari Iquitos, begitu? Sementara Luca
           seperti gringo Amerika yang kebanyakan minum pisco? Jangan
           tertipu penampilannya, Chawpi  Tuta. Kamu tak akan bisa

           menebak berapa umur dia sebenarnya. Dia lebih tua daripada
           kita semua. Dia lebih tua daripada reruntuhan Pisaq.”
           4   Yang terucap akan hilang, yang tertulis akan abadi (pepatah Latin).


           10
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30