Page 31 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 31

Keping 45


             “Oke. Kamu ahli bahasa.  Tapi, apakah kamu manusia?”
           Pertanyaan Gio meluncur tak tertahankan.
             Bola mata Luca berputar, napasnya menghela.  “Kalau

           definisi manusia adalah punya tampilan fisik seperti Homo
           Sapiens, iya, aku manusia. Tapi, apakah aku tergabung dalam
           siklus lahir-amnesia-mati seperti manusia? Nope. Aku nggak
           ikutan. Dan, apakah ini satu-satunya tubuh yang aku punya?
           Mmm. Bukan. Aku punya wujud lain. Tidak begini dan tidak
           di sini, walau sebetulnya hadir secara simultan. Masalahnya,
           kamu nggak bisa lihat. Jadi, percuma.”
             “What the....”
             “What the fuck, right? I know!” seru Luca.  “Semakin

           dijelaskan, semakin membingungkan. Bahasa kalian memang
           sangat terbatas dan bikin tersesat.”
             “Aku rasa masalahnya bukan di bahasa….”
             “Betul. Bahasa cuma salah satu masalah. Aparatus standar
           kalian memang tidak cukup untuk bisa memahami wujud
           kami yang sebenarnya.”
             “Ini sama sekali nggak lucu….”
             “Memang nggak.”
             “Sudahlah, Luca! Nggak usah bicara berputar-putar. Kamu
           ini siapa sebenarnya?”
             Senyum hilang sama sekali dari wajah Luca. “Kamu sudah
           tanya itu dan aku sudah jawab. Apa lagi maumu?”

             “I want the truth.”
             Luca mengisi mangkuk dengan Ayahuasca, lalu
           menyorongkannya kepada Gio, “Ini. You shall see the truth.”


           16
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36