Page 26 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 26

IntelIgensI embun PagI

              Gio tertawa kecil. “Mama. Ini sudah keterlaluan.”
              “Mereka telah bersama-sama dengan manusia sejak awal.

           Hidup di segala zaman. Menyaksikan semua peristiwa yang
           terjadi di muka Bumi ini.”
              Tawa Gio memudar. “Artinya, mereka bukan manusia.”
              “Memang bukan. Itu yang mau kubilang dari tadi.”
              “Jadi, mereka itu apa?”

              “Kamu akan tahu sendiri. Atau tanya saja langsung.” Senter
           Chaska kembali berbalik arah. Di depan sana, berdiri sebuah
           rumah batu kecil beratap ilalang. Cahaya kuning meremang
           dari celah-celahnya.
              Gio memutuskan bungkam, menabung semua pertanyaan
           yang tersisa untuk makhluk bernama Luca.







           Di tengah pondok mungil tanpa sekat yang berlantai tanah itu,
           Gio duduk beralaskan tikar anyam. Di depannya terhampar
           serakan daun Chacruna, serutan kayu yang ia kenali sebagai
           batang Caapi, dan seberantak serpihan kulit pohon lainnya. Di

           samping pondok, ia juga sempat melihat bekas tungku yang
           masih berasap.
              Tidak terlihat perabot lain kecuali meja kecil yang
           ditumpangi beberapa mangkuk tanah liat, seikat daun kering
           besar yang biasa disebut chakapa, dan tas kain milik Luca. Gio
           tidak yakin pondok itu sehari-harinya dihuni.



                                                                  11
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31