Page 36 - Supernova 6, Inteligensi Embun Pagi
P. 36

IntelIgensI embun PagI

           di sekitarnya dan dibawa ke sebuah tujuan tertentu. Seperti
           penumpang yang diikat di kursi belakang, kesadarannya seolah

           tidak berdaya untuk mengendalikan perjalanan.
              Pola-pola geometris itu perlahan berubah menjadi wujud-
           wujud yang sensasional. Gio tiba di sebuah hutan yang
           menyala. Segala makhluk dan benda mengeluarkan cahaya.
           Biru yang teramat biru. Hijau yang terang benderang. Merah

           yang menggelegak. Warna-warna itu sedemikian intens hingga
           dadanya sesak. Keindahan itu terlalu besar untuk bisa ia cerna.
           Gio mulai terisak-isak.
              Dalam  sekejap,  isakannya  lenyap  diganti  oleh  kesiap.
           Seekor ular raksasa, menjulang setinggi pepohonan dengan
           mata kuning nyalang sebesar kolam, bergerak mendekatinya.
           Ketika ular itu bergeser, seluruh hutan ikut bergerak. Gio pun
           tersadar, hutan tempatnya berada kini tak lain adalah tubuh

           ular  itu  sendiri. Gio  bisa  melihat  kehadiran makhluk lain;
           hewan-hewan menyerupai burung, jaguar, kijang, katak, kupu-
           kupu. Mereka semua bergerak bersama-sama, bagian dari ular
           yang sama, dan fokus mereka hanya satu: dirinya.
              Gua hitam lalu terkuak di hadapannya, memanjang seperti

           terowongan tak berujung. Ada larik-larik halus di sekujur
           dindingnya yang membuat terowongan itu tampak hidup.
           Sebuah pemahaman hinggap di batin Gio, bahwa gua itu tak
           lain adalah mulut ular raksasa yang menganga. Meski tak ada
           suara, Gio mengerti bahwa ia sedang diundang masuk. Ada
           yang menunggunya di dalam sana.



                                                                  21
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41